oleh

“Tiang Bendera Tertua di Dunia di Kota Baubau Tetap Terjaga Keasliannya”

Kasulana Tombi (Tiang bendera peninggalan Kesultanan Buton)

Kasamea.com Baubau

Tiang Bendera (Kasulatana Tombi)
dibangun dalam kawasan Benteng terluas di Dunia, Benteng Keraton Kesultanan Buton. Dibangun bersamaan dengan Masjid Agung Keraton Buton era Pemerintahan Sultan Buton III La Sangaji Sultan Kaimuddin yang berkuasa pada 1591-1597 (berdasarkan laporan studi Balai Konservasi Borobudur). Hingga kini masih berdiri tegak dan tetap terjaga keasliannya.

Tiang bendera yang dibuat dari bahan kayu Jati (Tectona Grandis L.F), tertua di dunia ini, merupakan warisan sejarah yang sangat berharga, sekaligus menjadi kebanggaan masyarakat Kepulauan Buton (Kepton), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Baca juga⬆

Kasulana Tombi ada tepat disamping Masjid Agung Keraton Kesultanan Buton. Salah satu bukti peninggalan kejayaan, peradaban Kesultanan Buton ini dahulu kala difungsikan untuk mengibarkan Tombi Longa-Longa (Bendera Kesultanan Buton).

Tiang bendera yang dibangun pada dasawarsa milenium ke- 2 abad ke- 16 ini setinggi 21 meter dari permukaan tanah. Dalam kisahnya, tahun 1870-an era pemerintahan Sultan Muhammad Isa Kaimuddin, Kasulana Tombi tersambar petir yang menyebabkan beberapa bagiannya mengalami kerusakan, sehingga ditopang dengan beberapa kayu di sekitarnya.

Kondisi Kasulana Tombi saat ini, kayunya kian melapuk, dan posisinya tampak miring dengan rentang antara 5 hingga 20 derajat tergantung arah dan jarak pandang.

Eks Kesultanan Buton, Kasulana Tombi ditengah megah dan kokohnya Benteng Keraton, berada dalam wilayah administratif Kelurahan Melai Kecamatan Murhum Kota Baubau.

Keseriusan Pemerintah Kota Baubau Lestarikan Cagar Budaya

Sangat menghargai peninggalan leluhur, tatanan adat, budaya, peninggalan fisik cagar budaya, dengan tetap mempertahankan keaslian Kasulana Tombi, dibawah Kepemimpinan Wali Kota Baubau Dr H AS Tamrin MH, Pemerintah Kota Baubau telah melakukan penataan dan revitalisasi Kasulana Tombi. Kini Kasulana Tombi terlihat lebih elegan, indah dipandang mata, dan diharapkan akan lebih menarik minat pengunjung, berswafoto, juga berwisata edukasi sejarah Kesultanan Buton.

Penataan dan revitalisasi Kasulana Tombi terinspirasi dari empat filosofi dasar antara lain adalah nilai Pancasila, nilai Rukun Islam, nilai Polima (PO-5), dan nilai Geometrik.

Rampungnya pekerjaan penataan dan revitalisasi Kasulana Tombi ditandai dengan doa bersama, dalam ritual adat (Haroa) yang digelar Pemerintah Kota Baubau, bersama Perangkat Masjid Agung Keraton Buton, di Baruga Keraton, Rabu (10/3).

Wali Kota Baubau Dr H AS Tamrin MH memastikan penataan dan revitalisasi Kasulana Tombi semata untuk melestarikan peninggalan sejarah, serta menambah daya tarik Benteng Keraton Buton sebagai ikon destinasi wisata di Kota Baubau.

“Selain untuk melestarikan budaya, kita juga ingin menjadikan kawasan Benteng Keraton Kesultanan Buton ini semakin indah dan menarik. Kalau ini sudah indah dan menarik, tentu akan menjadi salah satu destinasi wisata baru di kawasan Benteng Keraton Kesultanan Buton ini,” kata AS Tamrin.
 
Pencetus PO-5 ini menjelaskan, sebagai situs Cagar Budaya, penataan dan revitalisasi Kasulana Tombi dikerjakan dengan penanganan yang sangat khusus. Diawali dengan perencanaan teknis, ditindaklanjuti melalui proses penelitian yang menghasilkan kerja sama dengan Lembaga yang berkompeten.

Dari penelitian, menghasilkan kerja sama antara Balai Pelestarian Cagar Budaya Makassar dengan Balai Konservasi Borobudur, melalui survei dan eksperimen. Metode yang dilaksanakan adalah melalui studi referensi, observasi lapangan, dan analisis laboratorium, serta eksperimen.

Pemimpin yang dikenal dekat dengan masyarakat karena kesederhanaannya ini, mengatakan, Kasulana Tombi tak hanya berupa tiang bendera semata. Melainkan juga sebagai penanda kehadiran Sultan, saat pengumuman kebijakan, dan pelantikan Sultan.

Wali Kota yang populer sebagai Tokoh Humanis Sultra ini berharap, penataan dan revitalisasi Kasulana Tombi dapat menjadi titik awal revitalisasi kawasan Benteng Kesultanan Buton secara menyeluruh. Ia juga berharap agar Kasulana Tombi dapat menjadi magnet baru bagi wisatawan asing dan domestik datang berkunjung di Negeri Khalifatul Khamis.

“Hal ini tentunya menjadi suatu kegembiraan bagi kita semua, dimana Kasulana Tombi ini bisa menjadi ikon destinasi wisata baru di Kota Baubau, khususnya kawasan Benteng Keraton Kesultanan Buton. Tentu ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat yang berada dalam kawasan Benteng,” semangatnya.

[Red]

Komentar

News Feed