oleh

Untuk Kepton, Sultan Buton Berharap Hasil Pertemuan dengan Wantimpres Berbuah Manis

-Baubau, Berita-1.003 views

BAU-BAU

Banyak pihak terpanggil, untuk bersama-sama berupaya, baik unsur Pemerintah, juga elemen masyarakat, dengan berbagai perannya, demi mewujudkan terbentuknya Provinsi Kepulauan Buton (Kepton) sebagai satu Daerah Otonomi Baru (DOB), mekar dari Provinsi induknya, Sulawesi Tenggara. Begitu pula kesungguhan yang dilakukan Sultan Buton H LM Izat Manarfa, yang turut mendorong percepatan lahirnya Provinsi Kepton.

Belum lama ini, Sultan Buton bertemu Dewan Pertimbangan Presiden RI, Agung Laksono. Melalui pertemuan tersebut, Sultan Buton berharap, dapat memberi manfaat dalam upaya terwujudnya Kepton sebagai DOB dalam bingkai NKRI.

Pertemuan Sultan Buton dengan Dewan Pertimbangan Presiden RI berlangsung di kediaman Agung Laksono. Sultan Buton hadir bersama sang adik Hj Wa Ode Maasra Manarfa, mantan Wakil Wali Kota Baubau periode 2014 – 2019, yang mendampingi Wali Kota Bau-Bau H AS Tamrin kala itu.

Pertemuan dalam suasana kekeluargaan, penuh keakraban tersebut, tak lain membahas tentang Kepton. Dalam kesempatan itu Sultan Buton pertama-tama mengulas tentang Murtabat Tujuh, falsafah Buton Sara Pataanguna yang sangat mengakar dan masih terus terpelihara, diimplementasikan masyarakat Kepton dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, sejak zaman Kesultanan, hingga saat ini. Sultan Buton mengaku, tak banyak mengulas tentang histori sejarah Buton, sebab menurutnya, Agung Laksono cukup mengenali Buton, sebab Agung Laksono memiliki kedekatan emosional tersendiri dengan Buton.

Dalam pertemuannya dengan Agung Laksono, Sultan Buton lebih banyak mengutarakan tentang kekayaan potensi Kepton, serta berbagai aspek pendukung, prospektif, penunjang terbentuknya Kepton sebagai sebuah Provinsi. Sultan Buton mengurai tentang potensi Kepton sebagai daerah eks Kesultanan Buton, dengan berbagai anugerah yang terkandung didalamnya, mulai dari potensi kelautan perikanan yang melimpah, yang tak hanya mencukupi kebutuhan lokal, tetapi juga menjadi komoditi ekspor. Potensi pertanian perkebunan, niaga dan pelayaran, dimana Kepulauan Buton, tepatnya di Kota Bau-Bau adalah titik persinggahan, yang menghubungkan kawasan Indonesia Barat dan Indonesia Timur, termasuk letak geografis strategis Kepton.

Lebih lanjut, Sultan Buton menuturkan tentang adanya terminal BBM, penunjang kebutuhan BBM kawasan Indonesia Timur. Satu keunggulan khusus lain yang tak dimiliki Provinsi lain, yakni potensi aspal, pariwisata dan budaya. Ketersediaan aspal di Kepton sendiri diperkirakan masih ada hingga puluhan tahun kedepan.

Segala potensi yang terkandung diseluruh jazirah Kepton, kata Sultan Buton, bila terus dikelola dengan baik, maka akan sangat menunjang perekonomian, pertumbuhan pembangunan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, seiring dengan lahirnya Provinsi Kepton sudah berdiri sebagai DOB. Yang tak kalah menjadi potensi, sekaligus kekuatan karakter masyarakat Kepton, adalah keinginan untuk membangun daerahnya. Masyarakat Kepton menurut Sultan Buton, adalah tipikal pekerja keras dan mandiri.

Sultan Buton mengungkapkan, Agung Laksono menyambut hangat Sultan Buton, bersama sang adik Wa Ode Maasra Manarfa.

Menurut Sultan Buton, sebagai Dewan Pertimbangan Presiden RI, peran Agung Laksono memberikan pertimbangan positif kepada Presiden RI. Oleh karena itu, Sultan Buton menitip harapan, aspirasi masyarakat Kepton, semoga dapat tersampaikan kepada Presiden RI, melalui Dewan Pertimbangan Presiden RI.

Sultan Buton meyakini, Agung Laksono akan membantu masyarakat Kepton semaksimal mungkin, dalam mendorong pembentukan Provinsi Kepton.

Sultan Buton membeberkan, jauh sebelum wacana usulan pembentukan Provinsi Kepton, bahkan masih sejak wacana usulan pembentukan Provinsi Buton Raya, Agung Laksono sudah memiliki hubungan yang baik dengan Buton.

“Dengan pertimbangan-pertimbangan yang baik dari Dewan Pertimbangan Presiden kepada bapak Presiden, kita semua berharap bapak Presiden akan merespon aspirasi masyarakat Kepton, dan merestui Provinsi Kepton lahir sebagai daerah otonomi baru dalam bingkai NKRI. Begitu pula DPR RI, insya Allah, kita berdoa, dan terus berbuat bersama-sama,” ucap Sultan Buton, dalam wawancara dengan Kasamea.com, beberapa waktu lalu, di Istana Baadia.

Sultan Buton sangat mengapresiasi, memberikan penghargaan setinggi tingginya kepada seluruh masyarakat Kepton, seluruh pihak, terlebih Pemerintah Provinsi Sultra, Pemerintah Daerah wilayah cakupan Kepton, atas segala upaya yang telah dilakukan selama ini dalam mendorong percepatan pembentukan Provinsi Kepton. Menurutnya, upaya yang terus dilakukan hingga saat ini, dengan tulus ikhlas, rela meluangkan waktu, pemikiran, tenaga, bahkan rela mengeluarkan dana pribadi dalam upaya proses usulan pembentukan Provinsi Kepton, adalah wujud semangat membangun Daerah yang tertanam dalam jiwa masyarakat Kepton. Cerminan semangat bergotong royong.

[RED]

Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed