oleh

Plt Kades Lambelu Kabupaten Muna Dipolisikan

MUNA

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Desa Lambelu Kecamatan Pasikolaga, Kabupaten Muna, inisial LS akhirnya dilaporkan ke Polsek Pure Polres Muna. LS dilaporkan terkait dugaan pencemaran nama baik terhadap salah seorang mantan Perangkat Desa Lambelu, bernama Haini.

Kuasa Hukum Pelapor, Adnan SH mengatakan, LS resmi dilaporkan pada, Senin (30/12/2019) lalu. Kliennya kata Adnan, tidak menerima kata-kata Terlapor yang menyebutnya ‘bodoh’ serta beberapa kata penghinaan lainnya.

“Sebelumnya klien kami ini menjabat sebagai Perangkat Desa, kemudian diberhentikan Terlapor. Nah, setelah diberhentikan kemudian ada salah seorang warga bertanya kepada Terlapor, kenapa diberhentikan. Dengan lantang terlapor menyatakan bahwa klien kami diberhentikan karena bodoh,” terang Adnan.

Menurut Adnan, tindakan Terlapor yang menyebut seseorang dengan kata-kata penghinaan, dan menyakitkan tidak sepatutnya terjadi. Karena menurut Adnan, kata kata tersebut tidak pantas diucapkan oleh seorang Plt Kades, apalagi kata-kata itu ditujukan kepada seorang mantan Perangkat Desa.

“Perlakuan Terlapor itu benar-benar telah mencerminkan sifat seorang pemimpin yang tidak baik. Pemimpin yang memiliki sifat seperti ini tidak layak untuk dipertahankan, karena sangat berpotensi untuk menimbulkan perpecahan dalam kehidupan bermasyarakat,” tambahnya.

Lebih lanjut Adnan menjelaskan, perbuatan LS yang diduga telah menghina kliennya, melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud Pasal 310 KUHP atau 315 KUHP, dengan ancaman pidana maksimal 9 bulan.

Diakhir wawancaranya, Senin (6/1/2019), Pengacara muda yang juga akrab disapa Tejo ini, meminta kepada Kapolsek Pure agar mengusut tuntas perkara ini. Agar dapat memberikan efek jera terhadap Terlapor.

“Hal itu selain bertujuan untuk memberikan efek jera terhadap Terlapor, juga yang paling penting adalah agar menjadi pelajaran kepada seluruh masyarakat, khususnya warga Lambelu untuk selalu berbuat sesuai dengan ketentuan hukum,” tutupnya.

[RED]

Comments

News Feed