oleh

Waspada Tambah 1 Jadi 12 Pasien Positif Covid19 di Baubau!

-Baubau, Berita-2.180 views

kasamea.com BAU-BAU

Pasien positif covid-19 di Kota Baubau bertambah 1 orang. Per hari ini Kamis 28 Mei 2020, pasien positif covid-19 berjumlah 12 orang. Ini disampaikan dr Lukman SpPD selaku juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (Gugas Covid-19) Kota Baubau, di media center Sekrtarisat Gugas Covid-19, petang ini.

Dokter Lukman mengatakan, pasien terkonfirmasi positif dimaksud adalah pasien 015 wanita inisial AMB, masih dalam cluster tenaga kesehatan yang menjalani pemeriksaan swab 21 Mei 2020 lalu. Saat ini pasien 015 langsung menjalani ptotokol isolasi, perawatan di RSUD Baubau, seperti 11 pasien positif lainnya.

Ketua Satgas Covid-19 RSUD Baubau ini menyebutkan, up to date data covid-19 di Kota Baubau, OTG (orang tanpa gejala) 81 orang, ODP (orang dalam pemantauan) 10 orang, PDP (pasien dalam pengawasan) 3 orang, dinyatakan sembuh 3 orang.

Kembali mengingatkan, dr Lukman, mengimbau, mengajak seluruh lapisan masyarakat bersama-sama mematuhi, menjalankan protokol kesehatan. Ini kata dia, sebagai wujud peran aktif dalam upaya penanggulangan covid-19 di negeri khalifatul khamis.

“Mari kita semua terus mematuhi, menjalankan protokol pencegahan, lawan bersama, putus rantai penyebaran covid-19,” tegasnya.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia Kota Baubau ini menambahkan, terkait perubahan aturan yang tertuang dalam Surat Edaran (SE) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nomor 5 Tahun 2020, merupakan revisi atas SE sebelumnya, SE Nomor 4 Tahun 2020. Dalam hal ini kata dokter spesialis penyakit dalam ini, menegaskan, bahwa aturan ini secara substansi justru sebagai bentuk upaya mengawal pergerakan warga.

Dokter Lukman menjelaskan poin terkait penumpang-penumpang atau masyarakat yang hendak bepergian keluar daerah dengan menumpang transportasi udara, darat, maupun transportasi laut. Yang kata dia, dianjurkan untuk dilakukan uji PCR dengan hasil negatif. Hasil ini berlaku untuk tujuh hari, dan jika fasilitas kesehatan tidak ada, maka menggunakan pemeriksaan Rapid Tes, dengan batas waktu tujuh hari.

“Jadi surat edaran ini lebih jelas dan substantif mengatur waktunya,” pungkas dr Lukman.

[RED]

Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed