oleh

Bangunan PT Djarum Resahkan Warga, GMNI Baubau Gelar Unras

kasamea.com BAU-BAU

Warga Kelurahan Lamangga Kecamatan Murhum Kota Baubau mengeluhkan konstruksi bangunan yang berdekatan dengan rumah kediaman mereka. Keluhan ini pun lanjut disuarakan oleh Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Kota Baubau, dalam gerakan aksi unjuk rasa, di kantor DPRD Kota Baubau.

Dalam unras yang diwarnai aksi bakar ban di depan kantor Wakil Rakyat, Selasa (11/8/20), tiga poin penting yang dinyatakan oleh GMNI:

a. menegaskan pihak DPRD Kota Baubau memberikan peringatan/teguran administrasi kepada pihak terkait sebagaimana tercantum pada pasal 44 uu nomor 28 tahun 2002 tentang bangunan gedung.

b. menegaskan pada pihak PT Djarum untuk segera merenovasi bagian yang saat ini dianggap sangat meresahkan warga.

c. mendesak agar pihak PT Djarum membuat kesepakatan untuk bertanggungjawab jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Uraian Ketua GMNI Baubau, Bambang, warga pemilik rumah yan berdekatan, bersebelahan langsung dengan dinding, merasa resah dengan kontruksi bangunan dinding penahan tanah setinggi sekitar lima meter tersebut. Warga meragukan kwalitas konstruksi dinding, bila tiba-tiba rapuh, dan bila tak sesuai standar kontruksi sebuah dinding setinggi itu.

Bahkan pada saat hujan, kata Bambang, warga tidak berani tidur di dalam rumah, karena merasa takut, bila sewaktu-waktu dinding tersebut ambruk. Terlebih lagi, saat siang hari, tepat disamping dinding adalah jalan setapak, yang setiap dilalui sepeda motor, mengakibatkan terjadinya getaran.

Sampai saat ini anak-anak dilarang bermain dibawah atau didekat dinding tersebut.

“Pemerintah tidak boleh tutup mata melihat persoalan ini, karena ini menyangkut keselamatan warga sekitar gudang PT Djarum Baubau tbk. Lebih ditekankan lagi pada Dinas PU, yang dalam pengawasan pembangunannya, kami nilai sangat lemah, dan tidak serius,” tegas Bambang.

Kepala Bidang Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Baubau, Yusran ST MT, saat dikonfirmasi, Selasa (11/8/20) mengatakan, pihaknya sudah melakukan peninjauan langsung ke lokasi yang menjadi keresahan warga. Hanya saja, belum bertemu bermusyawarah bersama pihak Pemerintah Kelurahan, Pemerintah Kecamatan, perwakilan warga yang mengajukan komplain, dan perwakilan PT Djarum.

“Saya pribadi juga baru tahu terkait persoalan ini, tadi anggotaku sudah turun lapangan, namun insyaAllah besok pagi (Rabu 12 Agustus 2020, red), saya sama teman-teman PU turun langsung ke lapangan, untuk memastikan persoalan tersebut, berkoordinasi dengan pihak Kelurahan, dan Kecamatan, serta pihak Djarum. InsyaAllah akan ada kejelasan besok,” kata Yusran, saat dikonfirmasi, Selasa (11/8/20).

Kasamea.com belum berhasil mendapatkan keerangan resmi, perkembangan terkini atas peninjauan lokasi, Rabu (12/8/20), ataupun penyelesaian permasalahan tersebut.

Memastikan sumber permasalahan yang memicu keresahan warga tersebut, Selasa (11/8/20), Kasamea.com langsung melihat konstruksi dinding tersebut, dan bertemu seorang warga, Kamil Jafar (41), yang mengaku memiliki rumah, tepat bersebelahan dengan dinding tinggi itu. Jarak rumahnya sekitar 3 Meter dari dinding tanpa plester tersebut, hanya terpisahkan jalan setapak.

Kamil bersama keluarganya sangat resah, dan tidak dapat bermukim dengan tenang, nyaman, karena permintaan mereka agar pihak PT Djarum merenovasi dinding tinggi tersebut, tak kunjung disahuti.

“Sudah lamami juga kita menunggu, sampai kapan baru kita didengarkan (terpenuhi permintaan warga, )red) . Terima kasih untuk adik-adik Mahasiswa yang sudah bantu suarakan keresahan kami disini,” ucap Kamil, sembari menunjukkan campuran semen yang menempel pada dinding tersebut, Selasa (11/8/20).

Guna perimbangan pemberitaan, pemenuhan hak jawab, Kasamea.com telah mengklarifikasi, mengkonfirmasi permasalahan ini dengan langsung ke kantor PT Djarum, namun belum berhasil mendapatkan keterangan yang jelas.

[RED]

Komentar

News Feed