oleh

Bantah “Serang” Personal Kuasa Hukum Wali Kota Baubau, Zulkifli: Ini Soal Legal Standing

Zulkifli

Kasamea.com Baubau

Zulkifli (Wakil Sekretaris Bidang Kajian Strategis Daerah KNPI Kota Baubau) membantah melakukan “serangan” pada personal Dedi Ferianto SH CMLC, Kuasa Hukum Dr H AS Tamrin MH (Wali Kota Baubau). Bantahan ini ditegaskan Zulkifli, karena merasa telah dituding beberapa Mahasiswa, bahwa dirinya melakukan “serangan” pada personal Dedi Ferianto.

Kepada Kasamea.com, Senin (8/3), Zulkifli menjelaskan, terkait komentarnya yang tayang dimedia online beberapa waktu lalu, yang menyoroti dugaan status mantan terpidana Dedi Ferianto, bukanlah bersifat personal, melainkan lebih pada persoalan kedudukan hukum (legal standing). Apakah Dedi Ferianto memiliki hak untuk melaporkan dugaan pencemaran nama baik Wali Kota Baubau kepada Polda Sultra, atau tidak.

“Sama sekali bukan urusan personal, sebab saya juga tidak terlalu kenal yang bersangkutan. Ini soal kedudukan hukum (legal standing) apakah Ia (Dedi Ferianto, red) punya hak untuk melapor atau tidak. Perkara ini kan delik aduan, dan menurut pemahaman saya yang melapor harus korban atau diwakili kuasa hukumnya. Makanya status itu beralasan kami pertanyakan, dan akan kami kroscek,” tegas Zulkifli.

Baca juga

Menurut mantan Ketua BEM FKM Unidayan ini, dalam perkara pencemaran nama baik, yang berhak mengadukan langsung adalah korban, atau diwakili Advokat selaku Kuasa Hukum. Tidak bisa sembarang orang.

Dalam beberapa perkara dugaan pencemaran nama baik yang melibatkan aktivis KNPI Kota Baubau, serta aktivis lainnya, kata Zulkifli, Dedi Ferianto selalu berkomentar dimedia sebagai Kuasa Hukum Wali Kota Baubau. Sedangkan kata Zulkifli, untuk menjadi Advokat atau Kuasa Hukum, haruslah mereka yang memenuhi syarat sebagaimana ketentuan Undang-Undang Advokat.

“Pada beberapa perkara laporan terhadap aktivis, yang bersangkutan selalu tampil berkomentar dimedia atas nama Kuasa Hukum Wali Kota. Sementara jika benar dugaan informasi yang bersangkutan tidak memenuhi syarat atau telah tidak jujur memberikan keterangan perihal dirinya, maka legalitasnya mewakili Wali Kota sebagai pelapor juga patut dipertanyakan,” beber Zulkifli.

Aktivis yang akrab disapa Kifli ini mengaku, sampai saat ini dia masih bingung soal pernyataan aktivis KNPI yang membuat Wali Kota Baubau merasa dicemarkan nama baiknya. Menurutna, hal ini juga penting diketahui publik, sebab menurutnya apa yang dilakukan KNPI Kota Baubau selama ini hanya bentuk kontrol kebijakan, dan tidak pernah menyinggung hal-hal yang menjurus ke pribadi seseorang.

“Di kasus lain kita gampang mengerti kalau si A dilapor karena ucapannya yang melewati batas kesantunan. Tapi dikasus ini sampai sekarang saya dan beberapa teman-teman masih bingung pernyataan mana yang buat Pak Wali Kota merasa dicemarkan. Padahal dalam perkara ITE Kapolri bilang kalau antara kritik dan pencemaran nama baik harus tegas dibedakan. Makanya diawal kami sampaikan bisa saja laporan ini terus dilakukan karena bisikan yang keliru,” pungkasnya.

[Red]

Komentar

News Feed