Baubau Kekurangan Pohon, Penebangan Tak Boleh Serampangan, Pemkot Siapkan Pembibitan dan Penanaman
Baubau
Pemerintah Kota Baubau menegaskan komitmennya menjaga keseimbangan lingkungan di tengah meningkatnya kebutuhan penanganan pohon yang berpotensi membahayakan masyarakat. Wakil Wali Kota Baubau, Wa Ode Hamsinah Bolu mengingatkan seluruh instansi terkait agar tidak melakukan penebangan pohon secara serampangan, karena Kota Baubau saat ini justru masih membutuhkan lebih banyak ruang hijau dan pepohonan.
Penegasan tersebut disampaikan Hamsinah saat memimpin rapat koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD), bersama Sekretaris Daerah, Asisten I Sekretariat Daerah, BPBD, DLH, Dinas Damkartan, Dinas Perhubungan, PLN, aparat TNI-Polri, Camat Kokalukuna, Lurah Waruruma, serta warga setempat.
Pertemuan di rumah salah seorang warga Kelurahan Waruruma tersebut membahas penanganan pohon berukuran besar di Waruruma, yang dinilai berpotensi membahayakan keselamatan warga setempat juga pengendara yang melintas.
Menurut Hamsinah, keputusan menebang pohon harus menjadi pilihan terakhir setelah melalui kajian teknis yang matang. Apabila masih memungkinkan dilakukan pemangkasan tanpa mengurangi aspek keselamatan masyarakat, maka langkah tersebut harus lebih diutamakan dibanding menebang seluruh pohon.
“Jangan gegabah menebang pohon. Kita susah sekali menumbuhkan pohon sampai menjadi besar. Kalau masih bisa dipangkas, kita pangkas. Yang paling utama adalah keselamatan masyarakat, tetapi kelestarian lingkungan juga harus tetap dijaga,” tegasnya.
Ia mengungkapkan, Baubau masih menghadapi kekurangan pohon peneduh di sejumlah kawasan. Karena itu, Pemerintah Kota Baubau tidak hanya fokus menangani pohon yang berisiko, tetapi juga sedang menyiapkan penguatan program pembibitan dan penanaman pohon, agar ruang terbuka hijau semakin bertambah, serta menciptakan kota yang lebih teduh, nyaman, dan sehat.
Dalam rapat tersebut, pemerintah akhirnya menyepakati penanganan terhadap pohon jumbo di ujung Waruruma, karena berdasarkan hasil koordinasi lintas instansi, pohon tersebut dinilai rawan tumbang dan beresiko membahayakan warga dan pengguna jalan. Pohon berusia puluhan tahun tersebut tepat ada di tepi jalan poros, dan di sampingnya berderet rumah rumah warga.
Pelaksanaan penebangan akan dilakukan secara terencana dengan melibatkan seluruh instansi teknis, termasuk pengaturan lalu lintas oleh Dinas Perhubungan dan kepolisian serta pengamanan jaringan listrik oleh PLN.
Salah seorang warga Waruruma, La Nono menyampaikan apresiasi atas langkah cepat Pemerintah Kota Baubau yang tidak hanya mendengar aspirasi masyarakat, tetapi juga mempertimbangkan aspek keselamatan dan kelestarian lingkungan secara bersamaan.
Menurutnya, kepastian penanganan pohon tersebut membuat warga merasa lebih tenang setelah bertahun-tahun hidup dalam kekhawatiran, setiap kali hujan deras dan angin kencang melanda. Pendekatan yang ditempuh Pemerintah Kota Baubau menunjukkan bahwa perlindungan keselamatan masyarakat dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan.
Pesan Wakil Wali Kota Baubau Wa Ode Hamsinah Bolu, agar penebangan pohon tidak dilakukan secara serampangan sekaligus, menjadi pengingat bahwa setiap pohon memiliki nilai ekologis yang penting, sehingga setiap keputusan harus didasarkan pada kajian, koordinasi, dan kepentingan masyarakat secara menyeluruh.















Komentar