oleh

Berebut 01 HMI Baubau, Formatur Ketua Komisariat Hukum Unidayan Angkat Bicara

Kasamea.com BAUBAU

Wacana digelarnya Konferensi Cabang (Konfercab) disambut baik oleh Formatur Ketua Komisariat Hukum Unidayan, La Fando Wanci. Ia pun siap meramaikan bursa Pemilihan Ketua HMI Cabang Baubau periode 2020 – 2021, yang menurutnya sudah sangat tepat bila segera digelar awal Desember 2020.

HMI sebagai Organisasi Kader, dan mengedepankan Regenerasi.

Menurut Fando, Kepengurusan HMI Cabang Baubau periode 2018 – 2019 telah berakhir sejak Agustus 2019, sehingga demi tegaknya marwah HMI sebagai Organisasi Kader yang mengedepankan Regenerasi, maka sudah sangat tepat bila segera diselenggarakan Konfercab.

“Saya siap berkompetisi secara sehat, dan mengajak rekan-rekan untuk bersama-sama menjaga marwah Organisasi. Mari kita benahi Organisasi yang kita cintai ini agar kedepan bisa lebih baik,” ucap Fando.

Mengamati Struktur Kepengurusan HMI Cabang Baubau sebelumnya, Fando mencatat beberapa hal penting yang seharusnya jangan terjadi lagi, dan juga agar menjadi perhatian untuk pembenahan kedepannya. Diantaranya, dalam struktur Organisasi HMI Cabang Baubau, tidak boleh lagi diisi Pengurus yang berasal dari pulau yang sama.

Secara Kelembagaan juga, Fando mengaku, tidak merasakan pembaharuan internal.

Kata Fando, sampai dengan telah
demisionernya Kepengurusan HMI Cabang Baubau periode 2018-2019, pihaknya belum menerima SK. Hal ini tak hanya dialami Komisariat Hukum Unidayan, melainkan juga Komisariat lainnya.

“Jangan terjadi lagi, posisi Ketua, Sekretaris, dan Kepala Bidang, berasal dari satu kampung yang sama. Dan jangan terjadi lagi Pengkaderan macet total,” tegas Fando.

Aktivis Mahasiswa yang akrab disapa Fando Qum ini, meminta Pengurus Cabang HMI Baubau mengedepankan Pengkaderan, estafet Kepemimpinan. Tidak menjadikan alasan, sesuatu yang tidak mengikat, yang mengacu pada AD/ ART, untuk menunda Pengkaderan, Regenerasi.

Fando Qum juga mengaku sangat menyayangkan sikap mantan Ketua HMI Cabang Baubau, yang terkesan berupaya melindungi kekuasaan, bila sampai harus melaporkan rekan HMI Sudarwin Suwu.

“Bagaimana mungkin seorang Aktivis bisa membela hak-hak Aktivis lainnya, jika sedari ber-Mahasiswa sudah mengambil langkah melaporkan dinamika internal Organisasi kepada aparat penegak hukum,” seriusnya.

Fando menilai, membawa dinamika Organisasi ke ranah hukum, adalah tanda ketidakpahaman oknum Kader, bahwa Organisasi itu dinamis. Bahwa dinamika adalah hak Kader.

“Tindakan melibatkan unsur Kepolisian dalam dinamika Organisasi adalah bentuk ketakutan akan kehilangan jabatan. Dan miskin pemahaman, kurang memaknai AD/ART HMI, yang sudah menyiapkan skema dalam semua lini,” sindir Fando.

[RED]

Komentar

News Feed