Besok Menteri Haji dan Umrah Dijadwalkan ke Baubau
Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, pada Sabtu 11 Juli 2026. Salah satu agenda utama dalam kunjungan tersebut adalah menyerahkan santunan kepada keluarga almarhumah dokter haji, dr Fitri Rizkiani, yang wafat pada 7 Juni 2026 saat menjalankan tugas pelayanan ibadah haji di Mekah.
Kunjungan itu juga akan dirangkaikan dengan peninjauan potensi usaha daerah yang diproyeksikan masuk dalam ekosistem ekonomi haji melalui platform digital Haji Store.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sulawesi Tenggara (Kemenhamrah) Sultra, Muhammad Lalan Jaya, menjelaskan, Menteri akan memulai rangkaian kunjungan dengan menghadiri sejumlah agenda di wilayah Buton Tengah, sebelum melanjutkan perjalanan ke Kota Baubau. Setelah makan siang dan istirahat, Menteri dijadwalkan bertolak menuju rumah keluarga untuk menyerahkan santunan kepada keluarga almarhumah, sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap petugas penyelenggara ibadah haji yang gugur dalam menjalankan tugas.
Kakanwil mengatakan, bentuk santunan yang akan diserahkan masih menunggu konfirmasi akhir karena berkaitan dengan hak-hak petugas haji, termasuk mekanisme perlindungan dan asuransi. “Sepanjang operasional haji, petugas mendapatkan perlindungan sesuai ketentuan yang berlaku. Untuk bentuk santunan yang akan diserahkan besok masih kami konfirmasi, termasuk koordinasi dengan Taspen. Yang jelas pemerintah akan menyerahkan hak yang menjadi kewajiban negara kepada keluarga almarhumah,” ujarnya.
Dorong Produk Daerah Masuk Haji Store
Selain agenda kemanusiaan, kunjungan Menteri juga difokuskan pada penguatan ekosistem ekonomi haji melalui digitalisasi pemasaran produk unggulan daerah. Menurut Kakanwil, pemerintah tengah memetakan berbagai produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berpotensi dipasarkan melalui aplikasi Haji Store, sebagai bagian dari pengembangan layanan ekonomi haji.
“Pak Menteri ingin melihat langsung potensi daerah yang dapat masuk ke Haji Store. Produk-produk UMKM yang memenuhi standar nantinya dapat dipasarkan melalui aplikasi tersebut, sehingga memiliki peluang menjangkau kebutuhan jemaah haji Indonesia maupun pasar yang lebih luas,” katanya.
Industri Perikanan Jadi Perhatian
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Menteri juga dijadwalkan meninjau sentra pengolahan hasil perikanan di Baubau. Kunjungan itu merupakan bagian dari upaya pemerintah mengidentifikasi komoditas unggulan Sulawesi Tenggara, yang berpotensi menjadi bagian dari rantai pasok kebutuhan konsumsi jemaah haji di Arab Saudi.
Kakanwil menjelaskan, pemerintah melihat sektor perikanan Baubau memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi komoditas ekspor. “Visi kementerian tidak hanya menyukseskan penyelenggaraan ibadah haji, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi haji. Potensi pengolahan ikan di Baubau menjadi salah satu yang ingin dilihat langsung, karena ke depan diharapkan dapat masuk dalam rantai pasok kebutuhan jemaah haji, bahkan berorientasi ekspor,” ungkapnya.
Program Haji Store sendiri mulai dijalankan seiring beroperasinya Kemenhamrah sebagai kementerian tersendiri. Melalui platform digital tersebut, pemerintah berupaya mempertemukan produk-produk unggulan daerah dengan kebutuhan jemaah haji, sehingga membuka peluang pasar baru bagi pelaku usaha nasional.
Kunjungan Menteri ke Baubau diharapkan menjadi langkah awal memperkuat sinergi antara pelayanan ibadah haji dan pemberdayaan ekonomi daerah.










Komentar