Dianggarkan Belasan Miliyar Rupiah?, Pabrik Rumput Laut di Buton Terbengkalai

Kasamea.com, Buton

Sejak dibangun 2016 lalu, pabrik pengolahan rumput laut di Desa Wakalambe Kecamatan Kapuntori Kabupaten Buton hingga saat ini terbengkalai, tak kunjung dimanfaatkan. Padahal pekerjaan konstruksi serta pengadaan mesinnya disebut-sebut menelan anggaran belasan miliyar rupiah.

Saat dikonfirmasi, Kepala Desa Boneatiro, Muhamad Nuryadin mengaku tak bisa memberikan keterangan lebih, sebab saat pabrik dibangun, dirinya belum menjabat sebagai Kades.

Kades muda ini menceritakan, kala itu Ia ikut menjadi salah seorang peserta pelatihan pengolahan rumput laut, guna persiapan tenaga kerja di pabrik tersebut.

“Saya menjabat 2018, sementara kalau tidak salah pabrik dibangun sejak 2016. Waktu itu warga Boneatiro 11 orang yang ikut, dari total 60 orang warga beberapa Desa di Kapuntori, untuk dua gelombang,” kata Nuryadin.

Pelatihan yang diikutinya selama seminggu tersebut gratis, diselenggarakan di sebuah balai pelatihan, di Maros Sulsel, dan segala biaya peserta ditanggung pemerintah. Lanjut Nuryadin, pelatihan dimaksud adalah pelatihan pengolahan rumput laut menjadi berbagai bahan, seperti tepung, dan juga untuk bahan kosmetik.

Menurut informasi berkembang yang didapatkan Nuryadin, pabrik tidak beroperasi, tidak dimanfaatkan, karena fasilitasnya yang diduga tidak layak.

“Saya lulus pelatihan, tapi tidak tau apa kendala sehingga tidak dioperasikan. Bahkan sampai sekarang belum diresmikan,” ungkapnya.

Nuryadin menambahkan, sejak dibangun dan belum termanfaatkan, pabrik pernah ditinjau oleh anggota DPD RI, MZ Amirul Tamim, juga Bupati Buton, La Bakry.

Nuryadin menuturkan, 90 persen warga Desa Boneatiro bermatapencarian sebagai nelayan tangkap. Ada yang mengandalkan Bagang, alat tangkap lainnya, juga rompon. Populer, ikan teri (kaholeo) Boneatiro.

“Disini hanya satu dua orang yang petani rumput laut. Waktu itu dijanjikan dibeli basah, nanti kalau sudah beroperasi pabrik,” tambahnya, Sabtu (9/10).

Sementara itu, saat hendak dikonfirmasi, Kepala Desa Wakalambe tidak bisa ditemui di kediamannya, karena masih menjalankan tugas lapangan.

Kasamea.com masih berupaya mengkonfirmasi pihak berkompeten tentang pengadaan barang/jasa atas pembangunan pabrik rumput laut tersebut. Termasuk sumber anggaran, serta para pihak yang bertanggungjawab.

[Red]

Komentar