oleh

DPRD Buteng Konsultasi Penanganan Covid-19 di Baubau

kasamea.com BAU-BAU

Enam anggota DPRD Kabupaten Buton Tengah (Buteng) Komisi II, berkonsultasi tentang penanganan covid-19 di Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (Gugas Covid-19) Kota Baubau. Komisi II DPRD Buteng menilai Gugas Covid-19 Kota Baubau sangat serius, profesional, terstruktur, dan sistematis, dalam menangani bencana non alam covid-19.

Mereka yang berkonsultasi, Kamis (14/5/20), di Sekretariat Gugas Covid-19 Kota Baubau, Jalan Dayanu Ikhsanuddin (jalur ke Bandara Betoambari) diantaranya: Ketua Komisi II, H Hasiri SH, dan anggota, H Samirun SPd, H Kaimuddin SHi, Dani BSc, Hendi Syafrini SPd, Rahmaniar.

DrKehadiran wakil rakyat negeri seribu goa ini disambut hangat oleh Sekretaris Daerah Kota Baubau, selaku Sekretaris dan Juru Bicara Gugas Covid-19 Kota Baubau, Dr Roni Muhtar MPd, didampingi Kepala BPBD, selaku Wakil Sekretaris Gugas Covid-19, La Ode Muslimin Hibali, SE MSi, Sekretaris BPBD, Drs Ruzlan RZ MSi, Juru Bicara Covid-19 yang juga Ketua Satgas Covid-19 RSUD Baubau, dr Lukman SpPD, unsur Dinas Komunikasi dan Informatika, juga unsur Tenaga Profesi Kesehatan yang tergabung dalam APIK.

H Hasiri mengungkapkan, DPRD Buteng mengecap kesan positif, atas kinerja Gugas Covid-19 Kota Baubau. Pihaknya kata dia, berkonsultasi penanganan covid-19 di Kota Baubau, karena pihaknya menilai Kota Baubau sudah maksimal dalam upaya menangani covid-19. Ia kagum pada ikhtiar seluruh unsur yang terlibat didalam penanganan covid-19 di Kota Baubau, khususnya kinerja Gugas Covid-19 Kota Baubau.

Baginya sangat luar biasa apa yang sudah dan akan dilakukan Gugas Covid-19 Kota Baubau.

“Karena itu kami dari DPRD Buteng memang harus kesini, dan ketika kembali ke Buteng, akan melakukan rapat lagi bersama Pemkab Buteng, untuk menyampaikan bahwa di Kota Baubau seperti ini (langkah-langkah penanganan covid-19), kata H Hasiri usai konsultasi.

H Hasiri mengungkapkan, di Buteng, saat ini ada 26 orang yang tengah menunggu hasil diagnosa covid-19. Ia berharap, tak seorangpun yang tesnya menunjukkan hasil positif. Sampai saat ini belum diketahui apakah positif atau tidak.

Namun begitu, kata dia, bila ada warga Buteng yang positif covid-19, maka sudah ada langkah-langkah penanganan, berdasarkan pengalaman yang sudah dan akan dilakukan seperti di Kota Baubau.

“Karena memang kami serba kekurangan, tapi kita juga berikhtiar, InsyaAllah,” doanya.

Sepulangnya mereka melakukan konsultasi, H Hasiri dan kawan-kawan akan menggelar rapat paripurna, di internal DPRD, dan selanjutnya mengundang Pemeritah Kabupaten Buton Tengah, guna menjabarkan hasil konsultasi tersebut.

“Kami akan jabarkan apa yang kami dapatkan hari ini, sehingga menjadi rujukan. Apalagi pak Sekda sudah gambarkan, bahwa beberapa kabupaten di sekitar Baubau ini, akan saling berkoordinasi, saling berbagi informasi terkait penanganan persebaran covid-19.

“Catatan kami, penanganannya yang maksimal, begitu detail, begitu rinci, sehingga ibarat jarum pun yang jatuh bisa ditau. Karena penanganan covid-19 di Kota Baubau yang begitu serius dan teliti,” terangnya.

H Hasiri menambahkan, dua anggota Komisi II lainnya tidak ikut serta dalam studi banding ini, karena sedang dalam keadaan sakit.

Roni Muhtar mengungkapkan, Gugas Covid-19, Pemerintah Kota juga masyarakat Kota Baubau patutlah berbangga, atas penilaian positif kerja-kerja Gugas Covid-19 yang dinilai sudah bagus oleh DPRD Buteng. Sehingga mereka datang untuk konsultasi, mengambil, mencari tahu, langkah langkah apa yang telah dan akan dilakukan Gugas Covid-19 Kota Baubau.

“Mereka mencari informasi dari hal hal positif yang telah kita lakukan, dan alhamdulillah mereka mengganggap banyak sekali hal positif, yang akan mereka usulkan agar diterapkan, dilakukan juga di Buteng,” kata Roni Muhtar.

Roni Muhtar sangat menyambut baik kehadiran Komisi II DPRD Buteng. Tak berlebihan pula menurutnya, bila ada rasa bangga karena apa yang telah dan akan dikerjakan Gugas Covid-19 mendapat apresiasi dari DPRD Buteng. Kebanggaan ini kata mantan Kepala Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Baubau ini, bukanlah untuk sesuatu yang berlebihan, apalagi kesombongan. Lebih pada spirit, meningkatkan semangat, motivasi kerja kedepannya, agar bisa lebih baik lagi.

Diskusi yang terbangun antara kedua pihak (Gugas Covid-19 Kota Baubau dengan Komisi II DPRD Buteng) ini juga sebagai ajang review kinerja Gugas Covid-19 Kota Baubau, yang tak henti, tak lelah, menangani Covid-19, sesuai protokol, petunjuk Pemerintah Pusat.

Dalam konsultasi, mantan Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah (BKDD) Kota Baubau ini juga menyampaikan, pentingnya koordinasi lintas daerah. Membangun kerjasama yang solid, bekerja bersama, melakukan tindakan yang sama, untuk memutus rantai persebaran covid-19 bencana nasional.

“Contoh, misalnya terkait SOP (standar operasional prosedur) perpindahan warga dari satu daerah ke daerah lain dalam lingkup Kepton. Kita harus rumuskan bersama soal itu, supaya gerak langkah yang dilakukan masing masing daerah dalam lingkup Kepton bisa satu. Satu persepsi yang sama, juga cara yang sama, sehingga upaya kita menangani covid-19 ini lebih baik lagi, dan secepatnya kita bisa memutus rantai sebarannya,” pungkas Ketua KOSGORO Sultra, yang juga Dosen senior Universitas Haluoleo ini.

[RED]

Komentar

News Feed