oleh

Gugas Covid-19 Baubau Perketat Penggunaan Masker, Pemetaan Berbasis Teknologi, dan Siapkan Gedung Isolasi Massal

kasamea.com BAU-BAU

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) memperketat wajib penggunaan masker ditengah masyarakat. Ini dilakukan sebagai salah satu langkah prefentif promotif dalam memutus rantai sebaran covid-19.

Usai rapat Gugas Covid-19 (Rabu 13/5/20 – Kamis 14/5/20 dinihari) yang dimulai sekitar Pukul 21.00 Wita sampai sekitar Pukul 01.00 Wita, Sekretaris Daerah Kota Baubau, selaku Sekretaris dan Juru Bicara Gugas Covid-19 Kota Baubau, Dr Roni Muhtar MPd, menegaskan, mulai hari ini, sampai tiga hari kedepan (Kamis 14/5/20 – Sabtu 16/5/20), pihaknya menyosialisasikan wajib menggunakan masker bila ke pasar, juga ketika berada diluar rumah.

Sosialisasi ini kata Roni Muhtar, dimasifkan di tiga pasar yang ada, pasar Wameo, Laelangi, Karya Nugraha, dan ditingkat Kecamatan.

Kata mantan Kepala Bappeda Kota Baubau ini, tim Gugas Covid-19 akan turun langsung menggunakan mobil dan akan bersosialisasi dengan menyampaikan melalui alat pengeras suara ditingkat Kecamatan, dan di pasar-pasar akan dijangkau dengan sosialisasi dengan pengeras suara sambil berjalan kaki.

“Ini akan kita lakukan selama tiga hari kedepan, kita perketat (penggunaan masker, red). Pengunjung atau pedagang yang ke pasar tidak pakai masker, disuruh pulang. Wajib pakai masker kalau berada di pasar,” tegas Roni Muhtar.

Mantan Kepala BKDD Kota Baubau ini juga memastikan, sosialisasi serta penegasan pengawasan penggunaan masker dilakukan secara serentak didelapan Kecamatan, Wolio, Batupoaro, Murhum, Betoambari, Kokalukuna, Bungi, Lea-Lea, dan Sorawolio.

Roni Muhtar berharap soliditas, kekompakan tim Gugaa Covid-19 yang didalamnya terdiri atas beberapa unsur Instansi, Lembaga Pemerintah Daerah, TNI/Polri, dapat maksimal memutus rantai sebaran covid-19.

Selain menggencarkan sosialisasi penggunaan masker, juga soialisasi protokol pencegahan sebaran covid-19 lainnya, kata Roni Muhtar, pihaknya juga sekaligus membagikan masker kepada masyarakat.

Lebih lanjut, Ketua KOSGORO Sultra ini menegaskan, mengingat Kabupaten Bombana yang sudah terdiagnosa 60 positif covid-19, Wakatobi juga sudah ada yang terdiagnosa positif, saat ini Kota Baubau yang zona merah, juga dikelilingi beberapa daerah zona merah.

Oleh karena itu, kata Roni Muhtar, saat ini perlu dipersiapkan sarana pendukung strategi SEMESTA, preventif, promotif. Menyiapkan gedung khusus untuk tempat isolasi massal, bagi warga OTG (orang tanpa gejala, ODP (orang dalam pemantauan), PDP (pasien dalam pengawasan).

Kata Roni Muhtar, Ia akan menyampaikan rencana menyiapkan gedung tempat isolasi massal tersebut kepada Wali Kota Baubau, Dr H AS Tamrin MH.

“Semoga pak Wali Kota menyetujui, sembari kita menyiapkan SOP-nya (standar operasional prosedur tempat isolasi massal), juga membangun upaya agar masyarakat sekitar menerima tempat isolasi massal tersebut,” kata Roni Muhtar.

Dalam rapat, Gugas Covid-19 juga telah menyiapkan teknologi untuk merekam pusat sebaran, guna melakukan pemetaan lokasi OTG, ODP, PDP, termasuk riwayat kontak dengan orang lain.

“Tim Gugus Tugas solid, dibuktikan juga dengan kehadiran Ketua DPRD, dan pak Kapolres Baubau dalam rapat,” ucapnya.

Dosen senior di Universitas Haluoleo ini menambahkan, telah dibentuk Satuan Gugus Tugas ditingkat Kecamatan, dan seterusnya akan dibentuk pula ditingkat Kelurahan.

Menurutnya, secara pergerakan, Pemerintah Kota, sampai ditingkat Kecamatan, sudah dan terus bekerja menangani covid-19, dalam upaya memutus rantai wabah bencana nasional ini.

Salah satu contoh, kata dia, reaksi atau respon cepat dalam penanganan akan bersandarnya KM Megah Abadi di wilayah Betoambari beberapa waktu lalu.

Namun demikian, Ia tak memungkiri, pergerakan, atau kerja kerja Gugas Covid-19, hingga ditingkat Satgas Kecamatan dan Kelurahan, perlu terus diorong. Termasuk dengan membentuk struktur organisasi, agar lebih sistematis, lebih terkoordinasi dalam bekerja dengan Gugas Covid-19 tingkat Kota.

“Sehingga betul betul gerakan SEMESTA ini bisa kita wujudkan,” harapnya.

Roni Muhtar tak menampik, melakukan penyadaran akan protokol pencegahan covid-19 ditengah masyarakat bukan hal mudah, sehingga Ia mengajak semua pihak, besama-sama membangun kesadaran tersebut.

Lebih jauh Roni Muhtar menilai, sampai saat ini, ditengah masyarakat belum satu sikap. Ada yang berempati, tetapi ada pulanyang masih antipati, tak peduli, bahkan terjadi stigma, terhadap pasien covid-19 dan keluarganya, baik yang terkonfirmasi positif, OTG, ODP, termasuk PDP. Akan tetapi terbangun optimisme, justru banyak pula masyarakat yang memberikan empati, membantu, memberikan dukungan semangat kepada pasien dan keluarga pasien.

“Banyak diantara masyarakat yang secara tulus mendoakan mereka yang terkena musibah covid-19, baik yang menjalani isolasi mandiri, maupun di rumah sakit. Mereka membantu, memberi semangat dengan cara mereka masing-masing, dengan tetap menjalankan protokol pencegahan,” kata Roni Muhtar.

Roni Muhtar pun kembali mengajak warga Kota Baubau bersama-sama melawan covid-19. Menyikapi mereka yang terkena musibah covid-19 dengan rasa empati, memberikan suport, bergotong royong mendukung kesembuhan mereka.

Dengan bentuk perhatian, membawakan makanan (dibungkus dalam kemasan dan diletakan diluar rumah pasien), memberikan semangat, mendoakan terus menerus.

Roni Muhtar juga berharap, insan media turut membantu membangun kesadaran masyarakat.

Juru Bicara Gugas Covid-19 Kota Baubau lainnya, dr Lukman SpPD memastikan, seluruh OTG, ODP, PDP dalam pantauan atau pengawasan ketat. Termasuk klaster kapal PT Pelni. Dan sampai dengan beberapa hari kedepan, didukung dengan teknologi sistem pemetaan, Gugas Covid-19 Kota Baubau juga fokus melakukan pemetaan OTG, ODP, PDP, dengan orang-orang yang masuk dalam riwayat kontaknya.

[RED]

Komentar

News Feed