Eks Karyawan Kalla Toyota Baubau Mengaku Dirampok, Rp948 Juta Uang Pelanggan Raib

Kasat Reskrim Polres Baubau, Iptu Najamuddin SH MH (tengah) didampingi anggotanya saat dikonfirmasi

Kasamea.com, Baubau

Mantan sales marketing Kalla Toyota Baubau inisial B, yang diduga menggelapkan uang customer (pelanggan) pembeli mobil Alphard, mengaku uang tersebut hilang karena dirinya telah kecurian. Pengakuan ini kekeh diungkapkan B yang telah ditetapkan sebagai Tersangka penggelapan, kepada penyidik Satuan Resort Kriminal Kepolisian Resort Baubau.

Kasat Reskrim Polres Baubau, Iptu Najamuddin, mengatakan, berdasarkan keterangan Tersangka, uang tersebut disimpan didalam mobil Hilux miliknya.

“Dia mengaku kalau uangnya hilang didalam mobil. Disimpan dibawah jok. Uangnya sudah sekitar dua minggu tersimpan dalam mobil,” kata Najamuddin saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Jumat (22/10).

Tak banyak keterangan yang bisa digali penyidik. Kata Najamuddin, Tersangka bersikukuh bahwa uang tersebut hilang didalam mobil. Meski faktanya, Tersangka tidak pernah melaporkan perihal kecurian uang dimaksud kepada pihak Kepolisian.

Dari penelusuran yang dilakukan penyidik, diketahui uang pelanggan dikirim via rekening bank BNI milik pelaku, ditarik langsung secara keseluruhan pada bulan Agustus 2021.

“Perusahaan (Kalla Toyota Baubau) dirugikan Rp648 juta. Kalau kerugian pelanggan Rp300 juta. Jadi dana Rp900 juta itu sekali tarik saja oleh pelaku,” beber Najamuddin.

Barang bukti yang disita, surat pemesanan kendaraan, mutasi pembayaran pada sistem operasional dan keuangan atas nama Samiun Basri, surat konfirmasi ke customer, rekening koran, resume audit, SK Sales atas nama Tersangka, dan struktur organisasi perusahaan.

Kasus ini dilaporkan langsung oleh pihak Kalla Toyota Baubau. Atas laporan itu, Polisi telah melakukan penahanan terhadap Tersangka sejak 8 Oktober 2021. Rencananya, pekan depan kasus akan segera dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Baubau.

Dikatakan Najamuddin, Tersangka adalah sales senior, dan telah bekerja menjadi sales marketing di Kalla Toyota Baubau sejak tahun 2010. Pasca kasus ini terungkap, keluhan dari beberapa pihak terkait sepak terjang Tersangka, mulai diterima Polres Baubau.

“Yang merasa pernah berhubungan dan kena tipu oleh pelaku, agar ke Toyota dan mengecek datanya,” himbau Najamuddin.

Dalam kasus ini, polisi menjerat pelaku dengan pasal 372 KUHAP tentang penggelapan dan penipuan. Ancaman hukumannya empat tahun kurungan penjara.

Branch Manager Kalla Toyota Baubau, Chaedir Ali kembali angkat bicara terkait kasus penipuan yang menimpa salah satu pelanggan. Klarifikasi ini dilakukan setelah maraknya pemberitaan terkait kewaspadaan atau kehati-hatian membeli mobil di Kalla Toyota Baubau.

“Selama ini kami selalu memberikan kemudahan dan kepastian dalam pembelian unit Toyota sehingga kepercayaan customer dapat terjaga dengan baik,” ungkap Chaedir.

“Dalam kasus ini, kami ingin menegaskan sekali lagi bahwa kejadiannya sama sekali diluar pengetahuan manajemen maupun karyawan Kalla Toyota Baubau. Sehingga kami, Kalla Toyota Baubau saat ini juga dirugikan atas adanya kasus penipuan ini,” jelas Chaedir.

Kalla Toyota Baubau pun mendukung sepenuhnya tindakan yang dilakukan oleh pihak Kepolisian. Saat ini oknum sales yang melakukan penipuan tersebut sudah diproses sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.

“Untuk tetap menjaga kepercayaan customer yang selama ini sudah terbina dengan baik dengan Kalla Toyota Baubau, kami ingin menyampaikan bahwa oknum sales telah diberhentikan. Kami sama sekali tak mentolerir tindakan penipuan yang dilakukan kepada customer,” jelasnya.

“Tentunya kami memastikan kasus seperti ini tak terulang lagi ke depan, sehingga customer tak perlu khawatir untuk melakukan pembelian kendaraan di Kalla Toyota Baubau. Kami juga mengimbau kepada pelanggan untuk tidak melakukan transfer pembayaran selain ke rekening PT Hadji Kalla saat membeli unit Toyota,” ungkap Chaedir. (Red)

Komentar