Baubau
Sebanyak 25 organisasi perempuan yang tergabung dalam Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Baubau menegaskan komitmennya untuk turut ambil bagian dalam pembangunan daerah. Berbagai latar belakang mulai dari keagamaan, sosial, hingga profesi, mereka melebur dalam satu wadah sebagai mitra strategis pemerintah kota.
Dalam struktur organisasinya, GOW membagi peran kedalam enam bidang utama, diantaranya kesejahteraan rakyat, lingkungan hidup, keagamaan, serta pemberdayaan perempuan. Setiap bidang dirancang untuk menjawab kebutuhan riil masyarakat, sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Ketua GOW Baubau yang tak lain adalah Wakil Walikota Baubau Wa Ode Hamsinah Bolu mengungkapkan, kehadiran GOW bukan sekadar simbol persatuan organisasi perempuan, tetapi menjadi kekuatan nyata dalam mendorong pembangunan Kota Baubau. Sinergi yang dibangun bersama pemerintah daerah menjadi kunci dalam menghadirkan program-program yang tepat sasaran dan berkelanjutan.
Momentum pengukuhan kepengurusan GOW periode 2026–2031 semakin bermakna karena berlangsung bertepatan dengan momentum peringatan Hari Kartini. Semangat emansipasi yang diwariskan Raden Ajeng Kartini menjadi inspirasi kuat bagi para perempuan Baubau untuk terus bergerak dan berkontribusi.
Hamsinah menyebutkan, tak hanya Kartini, sejarah mencatat banyak pahlawan perempuan yang telah lebih dahulu membuka jalan bagi keterlibatan perempuan dalam kehidupan sosial dan kebangsaan. Semangat itulah yang kini dihidupkan kembali oleh GOW, sebagai energi kolektif dalam menghadapi tantangan zaman.
“Kontribusi perempuan bukanlah hal baru. Jauh sebelum Indonesia merdeka, perempuan telah menunjukkan kesadaran untuk maju dan mengambil peran penting, baik dalam perjuangan kemerdekaan maupun dalam pembangunan sosial masyarakat. Kini, peran tersebut terus berkembang. Melalui organisasi-organisasi perempuan yang tergabung dalam GOW, berbagai program pemberdayaan digalakkan, mulai dari peningkatan kapasitas ekonomi keluarga, edukasi kesehatan, hingga pelestarian lingkungan hidup,” jelasnya.
Dengan semangat kolaborasi dan keberlanjutan, GOW Baubau optimistis mampu menjadi motor penggerak perubahan. Harapannya, kontribusi nyata perempuan tidak hanya mempercepat pembangunan daerah, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
Sementara itu, Wali Kota Baubau Yusran Fahiim berharap GOW mampu menjadi wadah pemersatu bagi berbagai organisasi wanita dengan latar belakang yang beragam untuk satu tujuan besar: Pemberdayaan Perempuan.
“GOW harus menjadi wadah pemersatu dan pelopor perubahan yang mampu mendorong perempuan di Kota Baubau untuk lebih aktif berkontribusi dalam pembangunan, baik di bidang pendidikan, ekonomi, sosial, maupun budaya,” ujarnya.
Di tengah dinamika zaman, Yusran menyoroti beberapa isu krusial yang harus menjadi fokus kerja GOW kedepan, yakni percepatan penurunan stunting, dimana peran ibu sebagai garda terdepan kesehatan keluarga. Kemudian, perlindungan perempuan dan anak dengan upaya penanganan serius terhadap kasus kekerasan. Selanjutnya, literasi digital melalui peningkatan kecakapan teknologi di kalangan ibu-ibu, agar adaptif terhadap perkembangan zaman.
(Redaksi)









Komentar