oleh

Sunat Dana Kelurahan dan Minta Uang Masyarakat Untuk MTQ, Erwin Usman: Itu Pungli dan Tak Lazim

JAKARTA

“Yang jelas memotong dana operasional Kelurahan dan memungut sumbangan uang dari masyarakat melalui perangkat pemerintahan untuk pendanaan MTQ (Musyabaqah Tiwalatil Qur’an, red) tidak lazim. Jadi singkatnya, bila tindakan itu disebut pungli (pungutan liar, red), tidak terlalu salah,” tegas Praktisi Hukum dan Pemerhati Sosial Politik, Erwin Usman.

Bukan tanpa dasar, penegasan pendiri Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kendari, dan LBH Buton Raya ini, berlandaskan hukum positif, tertulis sangat terang dan tegas aturan penyelenggaraan MTQ dan STQ (Seleksi Tilawatil Qur’an). Peraturan Menteri Agama RI nomor 15 Tahun 2019 tentang MTQ dan STQ termaktub dalam Bab VII Pendanaan Pasal 42 dana penyelenggaraan MTQ dan STQ bersumber dari: a. anggaran pendapatan belanja negara, b. anggaran pendapatan belanja daerah, dan/atau c. sumber lain yang sah dan tidak mengikat.

Berita terkait

Erwin Usman hendak mengingatkan, bahwa bila masyarakat mau berpartisipasi saling membantu, dapat disebut gotong royong, dan hal tersebut sangat baik, sebagai perwujudan nilai-nilai budaya bangsa. Namun, kaitan dengan konteks pemotongan dana operasional Kelurahan jutaan rupiah, juga meminta uang dari masyarakat dengan embel embel sukarela, tentu tak perlu, dan jelas tak elok bila dikondisikan dengan membuat Surat Permohonan atau Surat Edaran, melalui Lurah, dan dilakoni perangkat dibawahnya, para Ketua RT.

Bijak dan lebih elegan, kata Erwin Usman, bila penyelenggara MTQ mencari pendanaan lain diluar Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD)/Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), tanpa memungut uang masyarakat.

“Kan bisa dengan melibatkan peran aktif BUMN (Badan Usaha Milik Negara), BUMD (Badan Usaha Milik Daerah), serta kalangan dunia usaha/ swasta yang sifatnya sah dan tidak mengikat,” terang Erwin Usman.

Berita terkait

Tak terlepas dari tanggapan kritisnya, seorang Erwin Usman, mantan Direktur Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) ini, berharap suksesnya penyelenggaraan MTQ Kota Bau-Bau tahun 2020, seterusnya dapat berdampak pada peningkatan kwalitas keimanan, ketakwaan, nilai religius masyarakat Kota Bau-Bau.

[RED]

Komentar

News Feed