oleh

Ini Penjelasan Tentang Isu 4 Penumpang KM Lambelu Positif Covid 19

-Baubau, Berita-1.604 views


kasamea.com BAU-BAU

Demikian cepatnya beredar luas informasi tentang 4 penumpang KM Lambelu positif virus corona (covid 19), dan dikaitkaitkan dengan akan bersandarnya kapal milik PT Pelni ini di Pelabuhan Murhum Bau-Bau. Informasi inipun simpang siur, dan memicu keresahan masyarakat, khususnya warga Kota Bau-Bau.

Tim Gugus Tugas Covid-19 Pemerintah Kota Bau-Bau bergerak cepat melakukan kroscek data, dan dari data yang diperoleh, perjalanan 4 penumpang tersebut tak bersinggungan dengan pelabuhan Murhum Baubau.

“Saya ulangi lagi, tidak menyinggahi pelabuhan Murhum Kota Baubau. Mereka tiba di Nunukan tanggal 28 Maret dan dilakukan rapid test disana. Sehingga proses inkubasi Covid itu tidak bersinggungan dengan apa yang ada di Baubau. Ini mohon dipahami masyarakat atas informasi yang hari ini beredar,” demikian Sekretaris Daerah Kota Bau-Bau, Dr Roni Muhtar MPd menjelaskan, dalam konferensi pers, Sabtu (4/4/20) malam.

Kepala PT Pelni Cabang Baubau, Capt Ahmad Sadikin menambahkan, KM Lambelu berangkat dari Makassar pada 25 Maret 2020. Rute perjalanannya dari Makassar-Pare-pare-Pantoloan (Donggala)-Tarakan, dan berakhir di Nunukan pada tanggal 28 Maret 2020.

Pada 28 Maret 2020 ini, seluruh penumpang turun di Nunukan. Setelah penumpang turun, kapal lanjut lagi berlayar menuju Tarakan-Pantoloan (Donggala)-Pare-pare-Makassar, dan kembali lagi ke Nunukan.

“Tiba di Nunukan lagi tanggal 2 April. Kapal dijadwalkan berangkat lagi pada 3 April ke rute yang pertama, karena dia berputar ke arah utara, dan dijadwalkan tiba di Baubau tanggal 6 April. Jadi tidak ada kaitannya dengan penumpang yang sudah dinyatakan positif tadi,” katanya.

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas I Baubau, Pradigdo menegaskan, bahwa KM Lambelu dari Nunukan berangkat pada 3 April 2020, bukan tanggal 28 Maret 2020 menuju Baubau.

“Jelas ya, tanggal 28 Maret itu sudah berakhir di Nunukan pada rute pertama, seluruh penumpang turun. Kapal lalu putar lagi tapi tak singgah di Baubau,” katanya.

Kata dia, rute perjalanan dari Nunukan ke Baubau memakan waktu tiga atau empat hari. Olehnya, tak masuk logika bila kapal berangkat dari Nunukan pada tanggal 28 Maret 2020, dan tiba di Baubau pada 6 April 2020.

“Tidak mungkin perjalanan sampai memakan waktu sampai 10 hari. KM Lambelu itu berangkat 3 April pukul 01.00 Wita dini hari dari Nunukan, siang tiba di Makassar, dan tiba di Baubau pada 6 April pagi,” katanya.

Konferensi pers yang dipimpin langsung Sekda Kota Bau-Bau, Dr Roni Muhtar MPd, selaku Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 Pemerintah Kota Bau-Bau, digelar Sabtu, 4 April 2020, di kantor BPBD Kota Bau-Bau.
Turut hadir, Dandim 1413 Buton, perwakilan Polres Baubau, Kepala Pelni Cabang Baubau, Kepala KUPP Kelas I Baubau, Asisten 1 Setda Baubau, Kepala BPBD Baubau, Kepala Dinkes Baubau, Jubir Covid-19 Baubau, dan sejumlah petugas lainnya. (Sumber: Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bau-Bau)

[RED]

Komentar

News Feed