“Ironi bantal Porprov, dan mereka pun saling lempar”

Baubau

“Jurus lempar batu sembunyi tangan” mulai nampak pada permasalahan dugaan perintah kepada pelajar di Kota Baubau agar membawa bantal ke sekolah. Disinyalir bantal tersebut untuk kelengkapan alat tidur para kontingen peserta Pekan Olahraga XIV Provinsi Sulawesi Tenggara (Porprov XIV Sultra) yang berasal dari luar daerah.

Rupanya bukan hanya bantal yang diharuskan untuk dibawa para generasi pemegang tongkat estafet pembangunan, melainkan tikar juga. Jika benar, kejadian ini akan menjadi salah satu ironi, catatan sejarah yang ikut memberi warna-warni pada event bergengsi di Bumi Anoa ini, diketahui selaku tuan rumah, Kota Baubau dan Kabupaten Buton.

Terkait hal tersebut, Minggu (19/11/22), Kasamea.com mencoba mengkonfirmasi para pihak terkait di Baubau. Ada dua pertanyaan substantif, sebagai berikut:
1. Apakah ada pengadaan kasur atau fasilitas tidur para kontingen Porprov dari luar daerah?.

2. Apakah KONI Baubau, atau Dispora Baubau, atau Dinas Dikbud Baubau meminta kepada sekolah-sekolah menyiapkan bantal dan tikar untuk para kontingen yang menginap di sekolah-sekolah?.

Konfirmasi dimulai dari Sekretaris Komite Olahraga Nasional Indonesia Kota Baubau (KONI Baubau), Luki Gafur. Yang menyarankan agar Kasamea.com mengkonfirmasi kepada Sekretaris Kontingen Kota Baubau, Silassa.

Saat dikonfirmasi, Silassa menyampaikan agar Kasamea.com menanyakan permasalahan tersebut kepada pihak Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Baubau,”Terkait dengan hal ini, tolong ditanyain di Dispora,” singkatnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi, Kepala Dinas dan Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, begitu pula Ketua KONI Baubau, belum menanggapi.

Kasamea.com melanjutkan mengkonfirmasi, dan memperoleh sedikit informasi dari transparansi yang ditunjukkan oleh Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayan Kota Baubau, Bariun.

Bariun membantah, Dinas Dikbud Baubau tidak pernah menginstruksikan sekolah-sekolah, untuk mengharuskan siswa-siswinya membawa alat kelengkapan tidur (bantal dan tikar) ke sekolah.

“Untuk kami SD, SMP, hasil rapat terakhir dengan pimpinan, tidak ada sekolah yang menyiapkan bantal dan kasur, atau karpet,” tegasnya.

Menurutnya, memang dari pihak Event Organizer (EO) menyampaikan untuk menyiapkan alat kelengkapan tidur tersebut, namun para Kepala Sekolah tetap konsisten dengan hasil rapat. Apalagi memang hal tersebut pasti akan memberatkan siswa. EO dimaksud adalah unsur Dinas terkait, yang telah ditunjuk untuk mengurusi item kebutuhan/kelengkapan penyelenggaraan Porprov.

Salah seorang sumber Kasamea.com di Dispora Baubau mengatakan, bahwa tidak ada anggaran yang dialokasikan untuk belanja pengadaan kasur ataupun kelengkapan alat tidur para kontingen dari luar daerah,”Tidak ada pengadaan itu, dan persoalan arahan untuk sekolah, dikonfirmasi ke dinas pendidikan boleh bang,” katanya.

Sebelumnya terkuak kabar, tentang adanya instruksi kepada pelajar di Kota Baubau, agar menyiapkan bantal dan tikar untuk dibawa ke sekolah. Disinyalir bantal dan tikar tersebut akan digunakan untuk kelengkapan alat tidur kontingen peserta Porprov dari luar daerah. (Red)

Baca juga ⬇️










Komentar