oleh

Ketika Air Mata Ibu “Tumpah” di Markas Polres Bau-Bau Demi Almarhum Anaknya

BAU-BAU

Air mata terus membasahi pipinya, larut dalam isak tangis kesedihan tak berkesudahan, Ia seorang Ibu yang sangat terpukul kehilangan seorang putera diusia muda. Berkali kali Ia terlihat menyeka peluh keringat yang menetes diwajah sendunya yang tersengat terik mentari. Siang itu, Jumat (28/2/20), dalam aksi unjuk rasa di Markas Komando Kepolisian Resort (Mako Polres) Bau-Bau.

Ibu Fitriyani adalah perempuan yang mengandung, melahirkan dan membesarkan Usman, seorang pemuda yang akrab disapa Marko, yang pada 16 Februari 2020 lalu menutup usia. Marko ditemukan sudah tak bernyawa di Jalan Sultan Murhum dekat Jembatan Gantung, Kelurahan Nganganaumala, Kecamatan Batupoaro, Kota Bau-Bau.

Pihak keluarga juga teman sepergaulan korban, menduga telah terjadi penganiayaan yang menyebabkan hilangnya nyawa korban.

Tampak tubuh lemah Ibu Fitriyani menyatu dalam kerumunan sekitar seratus massa aksi, yang tergabung dari unsur mahasiswa-mahasiswi, pemuda-pemudi teman korban dari lingkungan Kanakea, juga dari luar lingkungan Kanakea, warga, yang ikut berempati atas proses pengungkapan tewasnya korban.

Rasa kehilangan yang amat dalam, menyiksa, masih terpancar dari wajah Ibu Fitriyani, namun Ia terus berusaha berdiri tegar dalam riuh suara suara lantang tak lelah meneriakan keadilan, terus mendorong segera terungkapnya penyebab tewasnya sang anak.

Ditengah pilu menyayat hati, Ibu Fitriyani juga sempat menyuarakan isi hatinya, beriring derai air mata, menyampaikan tuntutannya, meminta Polres Bau-Bau segera mengungkap hilangnya nyawa sang anak. Sesekali Ibu Fitriyani terhenti menahan isak tangis, mengatur nafas sesak didadanya.

Saling dorong antara massa aksi dengan aparat Polres Bau-Bau

Tak gentar, meskipun suasana aksi unjuk rasa kala itu sempat ricuh, akibat aksi bakar ban. Massa aksi berupaya untuk membakar ban ditengah jalan raya, namun aparat yang berjaga mengamankan, melarang, serta memadamkan api pada ban yang sempat dibakar.

Kala itu, sejumlah Ketua Organisasi Kemahasiswaan turun langsung bersama anggotanya, diantaranya: Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) cabang Bau-Bau, Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) cabang Bau-Bau, Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (GMNI) cabang Bau-Bau, dan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Dayanu Ikhsanuddin (BEM Unidayan). Mereka bergantian berorasi lantang menuntut Polres Bau-Bau agar segera menuntaskan pengungkapan kasus tewasnya Almarhum Marko. Serta meminta Polres Bau-Bau transparan dalam pengungkapan kasus yang sudah berjalan dua pekan tersebut.

Aparat Polres Bau-Bau mengamankan / mencegah aksi bakar ban

Saling dorong, kejar-kejaran antara aparat Kepolisian dengan massa aksi mewarnai unjuk rasa hingga menjelang sholat Jumat.

Tak berlangsung lama, akhirnya ketegangan reda, saat Kapolres Bau-Bau AKBP Zainal Rio Chandra Tangkari menemui massa aksi, dan langsung mengajak untuk berdialog.

Dialog Kapolres Bau-Bau, Waka Polres, Kasat Reskrim bersama beberapa Perwira, dengan massa aksi unjuk rasa

Dalam dialog yang berlangsung di gedung Kemitraan Polres Bau-Bau, Kapolres yang didampingi Waka Polres, Kasat Reskrim, juga beberapa Perwira lainnya, menyampaikan, pihaknya terus mengungkap kasus ini. Ia memastikan, Polres Bau-Bau tidak tebang pilih, dan berdiri diatas segala kepentingan, bekerja untuk seluruh masyarakat, tanpa terkecuali.

Kata Kapolres, selama ini Polres Bau-Bau bekerja secara profesional dalam mengungkap kasus dengan korban Almarhum Marko, sama halnya dengan kasus-kasus lainnya, tak ada pengecualian. Kata Kapolres, yang membedakan dalam pengungkapan suatu kasus, adalah karakter kasus tersebut. Kasus dengan korban Almarhum Marko, Kapolres mengungkapkan, belum ditemukan bukti yang mengarah pada tersangka.

“Mohon kami diberi waktu, insyaAllah kami sangat serius, dan bekerja profesional. Saya jaminannya, bila kasus ini tidak terungkap, menjadi tanggung jawab saya seumur hidup,” kata Kapolres.

Kasatreskrim AKP Ronald Arron Maramis, menambahkan, pihaknya terus mendalami kasus tersebut, dan melakukan pengungkapan sesuai SOP.

Usai pertemuan dengan massa aksi, Ibu Fitriyani juga menyampaikan langsung kepada Kapolres Bau-Bau agar segera mengungkap kejadian yang menyebabkan sang anak Marko meninggal dunia. Kapolres Bau-Bau berupaya menenangkan hati Ibu Fitriyani, dan meyakinkan, dia (Kapolres Bau-Bau) terus mengawasi langsung, dan setiap waktu memantau perkembangan penyelidikan kasus tersebut.

Usai dialog, massa aksi pun secara tertib meninggalkan Mako Polres Bau-Bau.

[RED]

Komentar

News Feed