oleh

Legislator PDIP Apresiasi Wali Kota Baubau Tegas Perintahkan Percepatan SIO RS Siloam Buton

Dr H AS Tamrin MH (ujung kiri) dan Yumardin (kempat dari kiri) saat menghadiri suatu event

Kasamea.com Baubau

Anggota DPRD Kota Baubau keterwakilan PDIP, Yumardin, mengapresiasi ketegasan Wali Kota Baubau, Dr H AS Tamrin MH, yang segera memerintahkan percepatan proses penerbitan Surat Izin Operasional (SIO) Rumah Sakit (RS) Siloam Buton. Seperti diketahui, berakhirnya SIO tersebut menjadi penyebab tidak dilanjutkannya perjanjian kerjasama antara RS Siloam Buton dengan BPJS Kesehatan.

Bagi Yumardin, langkah cepat dan tegas Wali Kota Baubau, seharusnya mampu diimbangi, serta menjadi contoh bagi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintahan Kota Baubau.
Seluruh OPD seharusnya mampu segera menyelesaikan masalah, dan lebih peka pada petunjuk Kepala Daerah.

“Saya mengapresiasi langkah cepat Wali Kota Baubau yang dengan cepat mengambil sikap dan memerintahkan Dinas terkait untuk sesegera mungkin menerbitkan izin operasional RS Siloam Buton,” kata Yumardin.

Menurut mantan Ketua BEM Unidayan, aktivis kritis dijamannya ini, RS Siloam Buton adalah fasilitas pelayanan publik yang harus diselamatkan, dan terus dijaga. Tak elok bila permasalahan RS Siloam Buton hanya dilihat dari satu sisi, sebab kehadiran RS Siloam Buton sejak beberapa tahun ini di negeri Khalifatul Khamis, telah banyak memberikan manfaat.

Bagi Kota Baubau khususnya, dan masyarakat diwilayah Kepulauan Buton, RS Siloam Buton tak hanya telah membantu pelayanan kesehatan dengan baik, tetapi juga membuka lapangan kerja. Merupakan salah satu bentuk investasi yang positif, dan harus terus berkelanjutan

Permasalahan yang terjadi, lanjut Yumardin yang berlatarbelakang pendidikan SKM, MKes ini, RS Siloam Buton sebaiknya terus berbenah, secara administrasi maupun sistem manajerial. Dokter Ahli RS Siloam Buton sudah harus mandiri, dengan mendatangkan Dokter Ahli non Aparatur Sipil Negara (ASN).

Sehingga kata Yumardin, Dokter ASN bisa lebih fokus bekerja dilingkup kerja Pemerintah Kota Baubau.

“Boleh praktek di Siloam, tapi diluar jam kerja ASN. Tujuannya agar kedua rumah sakit kita bisa memberikan pelayanan yang lebih baik, lebih maksimal kepada masyarakat,” tutur Yumardin.

Sejalan dengan perintah Wali Kota Baubau menegaskan kepada OPD terkait untuk mempercepat proses penerbitan SIO RS Siloam Buton.

“Tetapi saya juga berharap, Siloam dan termasuk juga RSUD Baubau, betul-betul berorientasi pada pelayanan, tidak pada profit. Sebab rumah sakit bukan lembaga profit. Jangan dibalik, utamakan dulu pelayanannya,” tegasnya.

Tentu dibutuhkan langkah konkrit OPD terkait untuk segera mengembalikan fungsi layanan kesehatan RS Siloam Buton bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. Agar masyarakat mendapatkan kembali hak pelayanan kesehatan, yang lebih baik, lebih maksimal.

[Red]

Komentar

News Feed