Menteri Haji Tinjau Pabrik Ikan Baubau, Bidik Pasar Haji
Baubau
Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, meninjau perusahaan pengolahan ikan di Kelurahan Sulaa, Kecamatan Betoambari, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem ekonomi haji. Kunjungan tersebut bertujuan mengkaji peluang produk perikanan daerah, menjadi salah satu pemasok kebutuhan pangan bagi jamaah haji Indonesia di Arab Saudi.

Kaji Peluang Produk Perikanan Masuk Pasar Haji
Irfan Yusuf mengatakan, pemerintah tengah memetakan potensi daerah agar produk lokal dapat terhubung dengan kebutuhan logistik penyelenggaraan ibadah haji. Menurutnya, wilayah kepulauan seperti Sulawesi Tenggara memiliki peluang besar melalui komoditas hasil laut.
“Hari ini saya melihat langsung proses pengolahan ikan untuk mengetahui kemungkinan produk ini dapat menjadi salah satu bahan makanan bagi jamaah haji. Secara produk saya kira ada dan bisa, namun secara teknis masih harus memenuhi ketentuan pengemasan, pengiriman, serta regulasi pemerintah Arab Saudi,” ujar Irfan Yusuf.
Ia menjelaskan, kementeriannya akan menginventarisasi potensi dari berbagai daerah, sebelum menentukan komoditas yang dapat masuk dalam rantai pasok kebutuhan jamaah haji. Menurutnya, hasil kajian tersebut akan menjadi dasar penyusunan kebijakan pengembangan ekosistem ekonomi haji.
“Daerah pesisir memiliki potensi produk laut yang bisa terkoneksi dengan kebutuhan haji. Setelah kunjungan ini akan dilakukan pembahasan lebih lanjut, mengenai aspek teknis, agar peluang tersebut dapat direalisasikan,” katanya.

DKP Baubau Siapkan Pelaku Usaha Menuju Ekspor
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Baubau, Yulia Widiarti, menyambut positif peluang kerja sama tersebut. Ia menilai inisiatif Kementerian Haji dan Umrah dapat membuka akses pasar ekspor yang selama ini menjadi kendala bagi pelaku usaha perikanan di daerah.
“Selama ini pelaku usaha kami belum banyak melakukan ekspor karena terkendala akses pembeli dan jaringan pemasaran luar negeri. Jika Kementerian Haji membuka peluang tersebut, kami tinggal menyiapkan pelaku usaha agar memenuhi seluruh persyaratan administrasi dan standar ekspor,” ujarnya.
Yulia menambahkan, pemerintah daerah terus memperkuat infrastruktur rantai dingin, melalui pembangunan fasilitas penyimpanan ikan serta Program Kampung Nelayan Merah Putih. Menurutnya, tiga lokasi di Kelurahan Sulaa, Bone-Bone, dan Lowu-Lowu telah memasuki tahap pembangunan, untuk mendukung kapasitas penyimpanan hasil tangkapan nelayan.
Ia optimistis Baubau dapat berkembang menjadi hub maritim kawasan Kepulauan Buton, dengan dukungan daerah penghasil ikan di sekitarnya. Menurutnya, ketersediaan cold storage menjadi faktor penting, untuk menjamin kontinuitas pasokan apabila kebutuhan ekspor ke Arab Saudi terealisasi.

IPHI Sultra Apresiasi Langkah Kementerian
Ketua Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Sulawesi Tenggara, Fajar Ishak Dg Jaya, mengapresiasi kunjungan Menteri Haji dan Umrah ke Baubau. Menurutnya, pengembangan ekosistem haji melalui pemanfaatan potensi pangan daerah, merupakan langkah strategis yang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Kami mengapresiasi langkah Menteri Haji yang tidak hanya memperhatikan pelayanan jamaah, tetapi juga membangun ekosistem haji melalui pemanfaatan sumber daya pangan daerah. Harapannya, makanan yang dikonsumsi jamaah haji Indonesia di Tanah Suci dapat berasal dari hasil produksi dalam negeri,” katanya.
Sebagai anggota DPRD Sulawesi Tenggara, Fajar menyatakan pemerintah daerah siap mendukung kebijakan tersebut, melalui kolaborasi lintas sektor, agar potensi perikanan Sulawesi Tenggara mampu memenuhi standar pasar internasional, sekaligus meningkatkan kesejahteraan nelayan dan pelaku usaha perikanan.















Komentar