Muscab V Gapensi Baubau Perkuat Profesionalisme Era Digital
Musyawarah Cabang (Muscab) V Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Kota Baubau periode 2026–2031 resmi digelar dengan tema “Membangun Kerja Bersama Berbasis Profesionalisme dan Integritas Guna Menghadapi Tantangan Industri di Era Digital.” Forum ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat peran pelaku jasa konstruksi menghadapi perubahan industri yang semakin terdigitalisasi.
Ketua Formatur Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia Kota Baubau, Fredy Kadang, mengatakan, transformasi digital telah mengubah cara kerja dan pola persaingan dunia konstruksi. Karena itu, organisasi perlu memperkuat kapasitas anggota agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan tuntutan pasar yang terus berubah.
“Terdapat tiga nilai utama yang harus menjadi landasan organisasi ke depan, yakni kerja sama, profesionalisme, dan integritas. Ketiga aspek tersebut dinilai penting untuk meningkatkan daya saing pelaku konstruksi, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap Gapensi,” ulasnya dalam pidato sambutan.
Ia juga mengajak pengurus yang akan terpilih untuk bekerja secara serius, jujur, dan bertanggung jawab. Dengan semangat kolaborasi, Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia Kota Baubau diharapkan mampu mengubah berbagai tantangan industri menjadi peluang bagi kemajuan organisasi dan pembangunan daerah.
Mewakili DPD Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia Sulawesi Tenggara, Sekretaris, Azhar Malaka, menegaskan, pentingnya menjaga amanah dan kepercayaan dalam menjalankan usaha jasa konstruksi. Ia berharap Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia Kota Baubau terus memperkuat kemitraan dengan pemerintah, serta menjaga kredibilitas perusahaan anggota.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Baubau, La Ode Darus Salam, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Muscab ini. Menurutnya, Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia Kota Baubau selama ini menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan dan pertumbuhan sektor konstruksi di daerah.
Darus Salam menilai digitalisasi menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pelaku jasa konstruksi. Oleh karena itu, pengusaha lokal dituntut meningkatkan kompetensi, menguasai teknologi, serta menerapkan tata kelola usaha yang profesional dan berintegritas, agar mampu bersaing secara berkelanjutan.
Selain itu, Pemkot Baubau juga mendorong perusahaan konstruksi untuk memberikan perlindungan ketenagakerjaan melalui BPJS Ketenagakerjaan.
Di akhir acara, Sekda Kota Baubau secara resmi membuka Muscab yang digelar di meeting room salah satu hotel di Baubau, dan berharap forum tersebut melahirkan kepengurusan yang solid, visioner, serta mampu membawa organisasi semakin maju dalam mendukung pembangunan Kota Baubau.














Komentar