Dr H AS Tamrin MH
Kasamea.com, Jakarta
Ditengah pandemi covid-19 melanda negeri, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengumumkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Dalam laporan dimaksud, tertuang harta kekayaan penyelenggara negara, baik yang bertambah, maupun berkurang.
Wali Kota Baubau AS Tamrin adalah salah seorang kepala daerah pemilik harta kekayaan yang bertambah dalam tiga tahun terakhir (2018, 2019, 2020).
KPK mengumumkan, AS Tamrin melaporkan harta kekayaannya Periodik 2020 – 31 Desember 2020, dengan total mencapai Rp16.678.688.200 (Rp16,6 Miliar). Bertambah sekitar 79%. Bila dibandingkan dengan tahun 2018, dalam LHKPN AS Tamrin, total hartanya Rp9.317.890.500 (Rp9,3 Miliar).
Tambahan harta kekayaan AS Tamrin paling menonjol terletak pada tanah dan bangunan serta kas dan setara kas.
Dalam LHKPN terbaru yang dilaporkan 31 Desember 2020, AS Tamrin tercatat memiliki 14 bidang tanah hasil usaha sendiri. 13 bidang tanah miliknya tersebar di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Sementara, satu bidang tanah dan bangunan di Kota Baubau, yang merupakan hasil warisan.
Nilai tanah dan bangunan miliknya tahun 2020 mencapai Rp. 13.196.005.000 (Rp13,1 Miliar). Dibandingkan tahun 2018 yang bernilai Rp7.184.374.000 (Rp7,1 Miliar). Jumlah tersebut bertambah Rp6.011.631.000 (Rp6 Miliar), atau naik 83 persen.
Wali Kota dua periode (2013-2018, 2018-2023) ini memiliki tiga unit kendaraan yang total nilainya mencapai Rp270.000.000. Diantaranya, mobil suzuki pickup tahun 2008, mobil toyota fortuner bokx tahun 2012 dan mobil toyota fortuner bokx tahun 2013.
Ketua DPW PAN Sultra ini juga memiliki harta bergerak lainnya, bernilai Rp113.000.000 (tahun 2018 Rp49.000.000).
Mantan Ketua DPD PAN Baubau ini juga diketahui memiliki kas dan setara kas bernilai Rp3.099.683.200 (tahun 2018 Rp1.904.516.500). Tanpa hutang.
Seperti diketahui, sebelum terjun ke dunia politik, AS Tamrin adalah mantan pejabat negara (ASN) yang mencapai titik puncak karir di Badan Pertanahan Nasional (BPN). Rekam jejaknya di bidang agraria telah teruji dengan memimpin kantor BPN dibeberapa daerah di Indonesia.
AS Tamrin juga alumni Lemhanas, yang meraih gelar doktornya di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), dengan mengangkat disertasi tentang nilai-nilai kearifan lokal falsafah Buton Sarapatanguna, yang kemudian dikemas dalam sebuah maha karya tulis “Pengaruh Implementasi Kebijaksanaan Nilai-Nilai Budaya Sarapatanguna dan Kepemimpinan Pemerintahan Terhadap Pembangunan di Kota Baubau Provinsi Sulawesi Tenggara”.
[Red]










Komentar