oleh

“Pasar Kamis-Minggu, yang baru di Kapota Raya”

WAKATOBI

Ada pemandangan baru di Pulau Kapota Raya Kecamatan Wangi-Wangi Selatan Kabupaten Wakatobi, difungsikannya gedung pasar tradisional, yang oleh warga setempat disebut pasar harian. Meskipun hanya buka pada Kamis dan Minggu, namun gedung Pasar Kawasan Pedesaan yang dibangun di Desa Kapota ini cukup membawa dampak positif bagi geliat perekonomian warga. Seperti diketahui, pulau Kapota Raya terpisahkan oleh lautan dari pusat Ibu Kota Kabupaten Wakatobi ini.

Khusus warga yang bermatapencarian sebagai pedagang, berbondong-bondong menempati gedung baru pasar tersebut.

Pasar harian Kapota Raya resmi dibuka sejak dua pekan lalu, yang tentu saja langsung direspon positif. Warga berdatangan untuk berbelanja kebutuhan sembilan bahan pokok (sembako), mulai pukul 06.00 Wita – 10.00 Wita.

Seorang warga Kapota Raya Fadi mengaku, kehadiran pasar ini cukup membantu. Terutama kata dia, dapat menghemat biaya. “Kalau hanya kebutuhan sembako kita tidak harus lagi menyeberang lagi ke Wanci (pusat Ibu Kota Wakatobi). Artinya masyarakat bisa menghemat biaya penyeberangan ojek jonson (perahu penyeberangan, red), dan juga menghemat waktu,” kata Fadi, nampak bersemangat.

Ungkapan rasa syukur seorang pedagang di pasar harian Kapota Raya, yang berkata, meski hanya pasar harian, dirinya sangat terbantu dalam menjual barang dagangannya (sembako).

“Biasanya setiap harinya kita menjual keliling kampung dengan gerobak. Kalau sudah ada pasar begini, biarpun hanya dibuka setiap hari Minggu dan Kamis, tapi kan sudah ada pangkalan untuk dagang,” ucapnya.

Pasar harian Kapota Raya berdiri diatas diatas lahan timbunan pasir material galian pendalaman alur masuk pulau Kapota. Disini dijual bermacam-macam kebutuhan sehari-hari warga, sayur-sayuran, bawang, ada juga nasi kuning, aneka kue, pakaian bekas, juga banyak dagangan lainnya.

[MG3 – editor LaMIM]

Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed