Pelatihan Parenting PKK Baubau Perkuat Pola Asuh Anak
Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Baubau menggelar pelatihan parenting bagi pengurus Tim Penggerak PKK Kelurahan dari delapan Kecamatan Kota Baubau. kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas orang tua dalam menghadapi tantangan pengasuhan anak yang semakin kompleks dan dinamis.

Kepala DP3AKB, Abdul Rahman, mengatakan, perkembangan teknologi informasi telah membawa perubahan besar dalam kehidupan keluarga, khususnya dalam pola asuh anak. Menurutnya, orang tua saat ini dituntut mampu mendampingi anak secara bijak dalam memanfaatkan teknologi digital, agar memberikan manfaat positif bagi tumbuh kembang mereka.
“Pelatihan parenting merupakan upaya memberikan pemahaman kepada orang tua, agar mampu mendampingi, mengarahkan, dan mendidik anak di tengah derasnya arus informasi digital. Teknologi tidak harus dijauhi, tetapi perlu dikelola dengan bijak, agar menjadi sarana pendidikan dan pengembangan diri, bukan sumber masalah bagi anak,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut dijelaskan, anak-anak saat ini tumbuh berdampingan dengan internet, media sosial, permainan daring, dan berbagai platform digital lainnya. Kondisi tersebut membuka peluang bagi anak untuk belajar dan mengembangkan potensi, namun juga menghadirkan risiko seperti kecanduan gawai, paparan konten negatif, perundungan siber (cyberbullying), hingga gangguan kesehatan fisik dan mental.
Abdul Rahman menegaskan, banyak orang tua masih mengalami kesenjangan pemahaman terhadap dunia digital yang dijalani anak-anak mereka. Karena itu, pelatihan parenting menjadi sarana untuk meningkatkan literasi digital keluarga, sekaligus memperkuat kemampuan orang tua dalam memahami kebutuhan dan perilaku anak di era teknologi.
Selain memberikan wawasan tentang perkembangan teknologi, pelatihan ini juga membekali peserta dengan strategi komunikasi yang efektif antara orang tua dan anak. Komunikasi yang terbuka, dinilai menjadi kunci utama dalam membangun kedekatan emosional, sehingga anak lebih nyaman berdiskusi dengan keluarga dibanding mencari solusi dari lingkungan digital yang belum tentu aman.
“Orang tua harus mampu menjadi pendengar yang baik, memberikan nasihat yang membangun, serta menetapkan aturan penggunaan teknologi secara jelas, namun tetap manusiawi. Dengan begitu, hubungan keluarga dapat terjaga, dan anak memiliki ruang yang aman untuk bertumbuh,” katanya.
Materi pelatihan parenting juga menekankan pentingnya pengawasan dan pendampingan, dibandingkan sekadar memberikan larangan kepada anak. Orang tua didorong untuk aktif mendampingi penggunaan gawai, membantu memilih konten yang positif, serta menanamkan nilai moral dan etika dalam berinteraksi di dunia maya maupun kehidupan sehari-hari.
Pendekatan tersebut dinilai lebih efektif, karena dapat membangun kesadaran anak dalam menggunakan teknologi secara bertanggung jawab. Selain itu, orang tua juga diingatkan untuk menjadi teladan dalam penggunaan media sosial dan perangkat digital, agar pesan yang disampaikan kepada anak memiliki contoh nyata dalam kehidupan keluarga.
DP3AKB menilai Tim Penggerak PKK memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan keluarga di tengah perkembangan zaman. Melalui jaringan organisasi yang menjangkau hingga tingkat kelurahan, PKK diharapkan menjadi motor penggerak penyebarluasan pengetahuan mengenai pola asuh anak kepada masyarakat.
Kegiatan pelatihan parenting ini juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas keluarga, sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia. Para peserta diharapkan dapat meneruskan materi yang diperoleh kepada masyarakat, melalui berbagai kegiatan pembinaan di lingkungan masing-masing, sehingga manfaat program dapat dirasakan lebih luas.
Pelatihan parenting, Rabu 17 Juni, berlangsung di kantor Kecamatan Lea-lea dan kantor Kelurahan Waliabuku Kecamatan Bungi. Acara pembukaannya dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kota Baubau, Sitti Aryati Yusran.











Komentar