oleh

Tiga Wartawan Kasamea.com Ikut Pelatihan Cek Fakta Informasi Internet

BAU-BAU

Tiga Wartawan Kasamea.com, Ridwan, Raman Zuhayfah, Wa Ode Revhi Silviani A, mengikuti Pelatihan Cek Fakta Informasi Internet yang diselenggarakan Kumparan sultra.com, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia, bekerja sama dengan Internews dan Google News Initiative (GNI). Pelatihan dua hari, Senin – Selasa (26 – 27 Agustus 2019) ini merupakan kesempatan berharga, guna menambah wawasan, pengalaman Wartawan Kasamea.com, dalam upaya profesionalitas sebagai media cyber yang baru berdiri Januari 2019.

Kasamea.com sangat mengapresiasi, berterima kasih kepada rekan media Kumparansultra.com, yang menginisiasi Pelatihan, menggandeng AJI Indonesia, bekerjasama dengan Internews dan Google News Inisiative (GNI).

Pendiri Kasamea.com, LM Irfan Mihzan mengatakan, Wartawan dituntut untuk terus belajar, menempa diri, menambah referensi pengetahuan, tanpa terbatas ruang dan waktu. Terkhusus Wartawan Kasamea.com. Sebab menurutnya, melalui seorang Wartawanlah, bermula penyajian informasi dalam Perusahaan Pers, khususnya media cyber.

Ia berharap, tiga Wartawan Kasamea.com yang mengikuti Pelatihan kali ini, lebih termotivasi lagi, mendapat spirit baru, dalam menjalani profesi mulia, sebagai seorang Wartawan, Jurnalis Profesional.

“Terima kasih kepada rekan – rekan penyelenggara, atas inisiasi dan dedikasinya dalam peningkatan kapasitas Insan Pers di Kota Bau-Bau. Merdeka Pers Indonesia,” ucapnya.

Pelatihan yang Fokus pada bagaimana cara/teknik untuk memastikan kebenaran informasi yang didapatkan, tersebar luas di Internet kali ini, untuk keduakalinya diselenggarakan di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Sebelumnya digelar di Kota Kendari.

Menghadirkan Trainer GNI Zainal A Ishaq, selama kegiatan, peserta dituntun menggunakan tools Google, untuk verifikasi, cek fakta informasi dari Internet.

Zainal A Ishaq mengatakan, melalui pelatihan ini, pengetahuan Jurnalis akan ditingkatkan, secara teknis, dengan menggunakan teknologi dan tools (alat-alat) yang disiapkan oleh Google untuk melakukan verifikasi. Utamanya kata dia, verifikasi waktu, lokasi dan materi informasinya.

“Misalnya kita banyak menggunakan platform media sosial untuk memperoleh informasi, contoh sederhana di instagram, twitter atau facebook. Kita bisa mengetahui informasi sebenarnya dari unggahan yang patut diverifikasi kebenarannya. Kapan postingan itu diunggah oleh si pengunggah, dan kita juga bisa membedakan mana akun asli dan akun palsu,” jelasnya.

Bahkan kata Zainal A Ishaq, lebih teknis, Jurnalis bisa membuktikan antara video editan dengan video original. Begitu pula dengan foto, dapat dibuktikan, siapa pengunggah pertama, berikutnya, sampai pengunggah terakhir. Dan dapat dibedakan antara foto yang sudah melalui proses edit atau masih original.

“Jadi pelatihan ini sangat penting karena berkaitan dengan prinsip kerja Jurnalis. Apalagi itu tadi, verifikasi itu kan kewajiban dalam Jurnalisme. Celakanya kalau sumber informasi itu kita peroleh dari Internet lalu kita tidak bisa verifikasi kebenarannya. Nah dengan pelatihan ini, kita bisa tahu alat apa yang bisa kita gunakan untuk memverifikasi informasi yang bersumber dari Intrnet itu,” tambahnya.

Direktur Kumparansultra.com, La Ode Aswarlin berterima kasih atas kesediaan Trainer Cek Fakta yang diselenggarakan Google News Initiative, AJI Indonesia dan Internews, berbagi ilmu untuk Insan Pers di Kota Bau-Bau. Kata Aswarlin, Pelatihan ini sangat penting, agar Jurnalis dapat mengedepankan verifikasi informasi, dan menghasilkan karya Jurnalistik yang bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

“Bagi teman-teman Jurnalis di Bau-Bau silahkan pergunakan kesempatan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan menggali informasi sedalam-dalamnya. Verifikasi itu sangat penting, karena hal itu sudah menjadi kewajiban kita untuk selalu peka dan tidak mudah termakan berita bohong atau hoax,” katanya.

[RED]

Komentar

News Feed