Asmen Niaga dan Pemasaran PLN UP3 Baubau, Arifudin, menjelaskan tentang layanan jaringan listrik sesuai ketentuan PLN, kepada seorang calon pelanggan layanan listrik, Kadir, di kantor PLN UP3 Baubau.
Baubau
Puluhan warga di Kota Baubau nyaris mengeluarkan biaya besar untuk mendapatkan jaringan aliran listrik di rumah mereka, di lingkungan pesisir Belebungke Kelurahan Palabusa Kecamatan Lea-Lea. Sejak tiga tahun terakhir mereka berharap mendapatkan sambungan listrik tersebut, sampai pada tahun ini mereka mencoba lagi untuk mencari solusi, hingga dipertemukan dengan oknum yang mengaku dapat membantu prosesnya.
Salah seorang warga, Kadir, menguraikan bahwa si oknum mengaku sudah ke kantor PLN, dan seorang pejabat PLN menyarankan untuk memasang listrik swadaya. Menurut si oknum, pemasangan listrik swadaya, selain biaya pemasangan, nantinya calon pelanggan juga akan dikenakan biaya tambahan untuk pembelian trafo, tiang listrik, kabel listrik, jasa pemasangan, dan biaya lainnya.
Berita terkait :
Ditemui beberapa waktu yang lalu, Asmen Niaga dan Pemasaran PLN UP3 Baubau, Arifudin, tegas menyatakan bahwa penawaran listrik swadaya adalah tidak benar alias sebuah kebohongan, apalagi sampai harus ada biaya-biaya yang tidak sedikit nilainya. Sebab untuk seluruh layanan listrik PLN sudah diatur sesuai ketentuan yang terpampang jelas secara umum, melalui aplikasi PLN Mobile, yang khusus dirancang untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses informasi tentang layanan listrik PLN.
Seluruh layanan PLN lengkap termasuk biaya-biaya yang timbul yang harus dibayar oleh pelanggan PLN, ada di PLN Mobile. Sehingga semua menjadi lebih mudah dan bisa menghindarkan dari hal-hal merugikan, baik bagi pihak PLN maupun masyarakat/pelanggan.
“Jadi ketika ada oknum tertentu menyampaikan tentang biaya-biaya diluar dari biaya yang sudah ada diaplikasi PLN Mobile, berarti itu biaya tidak resmi. Jadi kalau ada yang tawarkan listrik swadaya itu tidak benar, karena untuk proses jaringan listrik, jaringan tegang menengah, jaringan tegang rendah, itu adalah ranahnya PLN, PLN yang akan bangun, nanti tinggal calon pelanggan melakukan biaya penyambungan, sesuai dengan daya yang dimohonkan,” urai Arifudin menjelaskan..
Melalui PLN Mobile, kata Arifudin, semua lengkap. Untuk bermohon pasang baru, tambah daya, permohonan listrik, pelayanan gangguan, tak terkecuali untuk keluhan masyarakat/ pelanggan. Oleh karena itu, PLN juga terus menyosialisasikan semua jenis layanan yang ada, selain sosialisasi langsung ke masyarakat, juga melalui kanal kanal media sosial PLN, instagram, facebook dan sebagainya, juga mitra media pers.
Menyangkut pelayanan pemasangan jaringan listrik, lanjut Arifudin, hanya PLN yang bisa melayani, dan untuk itu PLN akan bermitra dengan mitra yang terdaftar di PLN, yang ditunjuk oleh PLN.
“Kalau ada masalah pungutan biaya diluar ketentuan PLN, yang jelasnya aturan itu bukan aturan dari PLN, berarti itu diluar dari ketentuan PLN. Artinya apa yang mereka katakan tidak sesuai dengan ketentuan yang ada di PLN,” jelasnya.
Arifudin menerangkan, mengenai biaya/pembayaran yang timbul terkait permohonan listrik di PLN, masyarakat/pelanggan dapat mengaksees sendiri di aplikasi PLN Mobile. Oelh karena itu, bila ada biaya yang timbul diluar dari yang sudah tertera di PLN Mobile, jangan direspon atau jangan diikuti.
“Jadi bisa kita lihat sendiri bahkan tanpa ke kantor PLN pun bisa langsung kita akses,” ucapnya.
Spesifik menyinggung tentang permohonan pegadaan jaringan listrik di lingkungan Belebungke Kelurahan Palabusa Kecamatan Lea-lea, Arifudin memastikan usulannya sudah masuk ke PLN dan tim sudah menindaklanjutinya dengan melakukan survey. Telah sampai pada unit layanan pelanggan Baubau Kota, seterusnya sudah masuk ke PLN UP3 Baubau.
“Saat ini usulan itu sementara dalam kajian, dan kami koordinasikan ke bagian-bagian terkait seperti apa nanti tindaklanjutnya. Karena untuk daerah sana, jarak dari jaringan sistem memang membutuhkan ya lumayan panjang, kurang lebih empat sampai lima kilometer. Jadi kami sementara melakukan kajian dulu seperti apa nanti tindaklanjutnya disana,” terangnya. (Redaksi)









Komentar