oleh

Unidayan Usul Buka Fakultas Kedokteran

Rektor Unidayan Ir H LM Sjamsul Qamar MT

Kasamea.com

Baubau – Universitas Dayanu Ikhsanuddin (Unidayan) akan membuka program studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran. Saat ini, universitas swasta pertama di Kota Baubau ini tengah mempersiapkan proposal, juga persiapan secara internal (tenaga Dosen dan sarana prasarana), guna memenuhi segala persyaratannya.

Rektor Unidayan Ir H LM Sjamsul Qamar MT mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi, mengkonsultasikan usulan pembukaan Fakultas Kedokteran ini kepada Ketua  Konsil Kedokteran Indonesia (KKI). Juga telah menggelar seminar, dan mendapat respon positif dari masyarakat dan Wali Kota Baubau Dr H AS Tamrin MH.

Sjamsul Qamar optimis, sebab menurut Ketua KKI, Unidayan memungkinkan untuk membuka Fakultas Kedokteran. Ditinjau dari lokasi, wilayahnya. Namun demikian, usulan pembukaan Fakultas Kedokteran ini mesti menunggu dicabutnya moratorium.

Kata Sjamsul Qamar, moratorium akan dibuka karena pemerintah mempelajari bahwa jumlah dokter di Indonesia masih sangat kurang, dibandingkan dengan 200juta lebih jumlah penduduk. Kemudian menghadapi masyarakat ekonomi ASEAN, dengan masih sangat kurangnya dokter di Nusantara, dokter dari negara luar pun bisa masuk ke Indonesia.

“Ini yang diantisipasi oleh pemerintah, karena disamping jumlah dokter kurang dibanding dengan rasio penduduk, juga distribusinya yang tidak merata. Adanya kebanyakan di Jawa, dan wilayah lainnya. Ada dokter PTT, tapi setelah masa tugasnya selesai, dokternya pulang. Sehingga tetap kurang. Terutama di daerah Indonesia Timur,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, lanjut Sjamsul Qamar, kebijakan pemerintah merupakan peluang untuk membuka studi kedokteran di daerah yang masih terpencil. Seperti halnya di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) yang baru ada di Universitas Haluoleo. Sehingga memungkinkan dibuka di wilayah Kepulauan Buton.

Sjamsul Qamar menambahkan, pembukaan Fakultas Kedokteran ini nantinya harus didukung dengan Kerjasama bersama RSUD type B, termasuk pula Perguruan Tinggi Pembina, Perguruan Tinggi yang sudah mapan.

“Mudah-mudahan Kota Baubau sudah mendekati type B. Walaupun demikian kita juga bekerjasama dengan RSUD disekitar Kota Baubau,” harapnya.

Sjamsul Qamar berharap, nantinya dengan dibukannya moratorium Fakultas Kedokteran atau program studi kedokteran, Unidayan bisa mendapatkan izin untuk membuka Fakultas Kedokteran, program studi kedokteran (pendidikan profesi dan akademis) tersebut.

[RED]

Komentar

News Feed