“Polisi Bersama Masyarakat” Kapolsek Kokalukuna Imbau Warga Segera Laporkan Gangguan Kamtibmas
Baubau
Kapolsek Kokalukuna Ipda Harris Eka Putra mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) membesar, sebelum melapor kepada polisi. Warga diminta segera melaporkannya ke kantor Polsek Kokalukuna, atau layanan kepolisian 110, jika mengetahui potensi konflik maupun gangguan keamanan di lingkungan sekitar.
Imbauan itu disampaikan Harris kepada jamaah seusai pelaksanaan salat Jumat di Masjid Al Muktamar, Perumnas, Kelurahan Waruruma, Kecamatan Kokalukuna, Kota Baubau.
Menurut Harris, laporan yang disampaikan sejak awal, dapat membantu polisi mengambil langkah penanganan secara cepat dan terukur, sebelum persoalan berkembang menjadi konflik yang lebih luas.
“Kalau masyarakat mengetahui ada potensi gangguan kamtibmas, jangan menunggu sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Segera laporkan ke kami di Polsek Kokalukuna, atau hubungi layanan 110, agar bisa kami tindak lanjuti sesuai prosedur,” ujarnya.
Harris mencontohkan peristiwa konflik antarremaja atau pemuda, yang belum lama ini terjadi di Jalan Bypass Waruruma, wilayah hukum Polsek Kokalukuna.
Saat itu, kejadian tersebut tidak langsung dilaporkan kepada pihak kepolisian. Informasi justru berkembang di kalangan teman sepergaulan para remaja yang terlibat, hingga memicu aksi kejar-kejaran.
Situasi itu berpotensi memperbesar persoalan jika tidak segera dikendalikan. Beruntung, kejadian tersebut tidak sampai menimbulkan korban, dan dapat ditangani, sehingga tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas.
“Alhamdulillah, kejadian itu tidak sampai menimbulkan korban dan bisa teratasi. Ini menjadi pelajaran bagi kita semua bahwa informasi seperti itu sebaiknya segera disampaikan kepada polisi, bukan dibiarkan berkembang di antara kelompok yang bertikai,” kata Harris.
Ia berharap masyarakat tidak ragu memberikan informasi kepada kepolisian, apabila melihat tanda-tanda perselisihan, ancaman kekerasan, atau situasi lain yang berpotensi mengganggu keamanan.
Menurut dia, keterlibatan masyarakat sejak awal, penting, agar polisi dapat melakukan langkah pencegahan, sebelum situasi semakin sulit dikendalikan.
Polisi Bersama Masyarakat Jaga Kamtibmas
Harris menegaskan, kepolisian dalam menjaga keamanan, dukungan dan kepedulian warga juga dibutuhkan, agar potensi gangguan dapat diketahui lebih awal, dan ditangani sebelum meluas.
Semangat “Polisi Bersama Masyarakat” menjadi pengingat bahwa keamanan lingkungan tumbuh dari kerja sama, komunikasi, dan kepedulian bersama. Masyarakat dapat berperan dengan menyampaikan informasi yang benar kepada polisi, serta tidak mengambil tindakan sendiri yang berpotensi memperkeruh keadaan.
Melalui komunikasi yang terbuka, kepolisian dan masyarakat diharapkan dapat membangun lingkungan yang lebih aman, sekaligus mencegah konflik antarkelompok maupun gangguan kamtibmas lainnya.
Orang Tua Diminta Awasi Pergaulan Anak
Selain mendorong partisipasi masyarakat, Harris mengingatkan para orang tua agar lebih memperhatikan pergaulan dan aktivitas anak-anak mereka.
Pengawasan perlu dilakukan terutama terhadap potensi keterlibatan anak dalam penyalahgunaan narkoba, konsumsi minuman keras, hingga judi online.
Persoalan tersebut tidak hanya berdampak pada perilaku anak, tetapi juga dapat memicu masalah sosial dan merugikan masa depan mereka.
“Peran orang tua sangat penting. Anak-anak perlu diawasi, termasuk dengan siapa mereka bergaul dan bagaimana aktivitas mereka sehari-hari. Jangan sampai terjerumus narkoba, minuman keras, atau judi online yang dampaknya bisa merusak masa depan,” ujarnya.
Harris mengajak keluarga dan masyarakat untuk tidak menganggap persoalan yang melibatkan remaja sebagai urusan kecil semata. Komunikasi di lingkungan keluarga dan kepedulian terhadap pergaulan anak, menjadi bagian penting dalam mencegah gangguan kamtibmas.
Pengurus Masjid Apresiasi Imbauan Polisi
Ketua Badan Kesejahteraan Masjid Al Muktamar, La Ode Arfan Amilu, menyambut baik penyampaian pesan kamtibmas secara langsung kepada jamaah.
Menurut Arfan, kehadiran kepolisian di tengah masyarakat, termasuk di lingkungan masjid dan permukiman, membuka ruang komunikasi yang lebih dekat antara polisi dan warga.
Ia menilai, upaya tersebut penting untuk membangun kesadaran bersama, bahwa menjaga keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, melainkan juga membutuhkan keterlibatan masyarakat.
“Melalui kegiatan seperti ini, warga diharapkan semakin memahami pentingnya menyampaikan informasi sejak dini, ketika menemukan potensi gangguan keamanan,” ujarnya.
Semangat “Polisi Bersama Masyarakat” diharapkan terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, melalui kepedulian terhadap lingkungan, pengawasan terhadap pergaulan anak, serta keberanian melaporkan potensi gangguan kamtibmas.
Dengan kerja sama tersebut, upaya menjaga Kota Baubau tetap aman dan kondusif, dapat dimulai dari lingkungan terkecil, dengan masyarakat sebagai mitra penting kepolisian.









Komentar