oleh

‘SURGA DIBALIK BATU KOTA BAU-BAU’ PANTAI TANPA NAMA

kasamea.com BAU-BAU

Seharian berada di tempat ini, terasa singkat hari. Meskipun ditengah terik mentari, namun terobati dengan berendam dalam air menyejukkan, berpijak dibutiran pasir nan halus.

Mendekap Hari Meniti Senja

Kami akan tetap disini, kami akan senantiasa kembali kesini, di sebuah Pantai tanpa nama, sebidang surga di Kota Baubau.

Masih dalam suasana kepatuhan terhadap imbauan, kebijakan, arahan Pemerintah, social distancing dan physical distancing, bersama mencegah penyebaran corona virus disease 19 (covid-19). Bersama melawan, memutus rantai pandemi global wabah mematikan itu.

Dua hari berturut-turut saya mengunjungi Pantai tanpa nama ini. Bersama teman pegiat pariwisata, pecinta alam, profesional guiding. Adalah Tarsius Adventure.

Minggu, 12 April 2020 kami menikmati waktu senja disini. Ada om bro Petra Mamonto dan Dewy Rahman. Bersama beberapa teman lainnya yang tergabung dalam Tarsius Adventure, juga rekan youtuber Vorill Marpap.

Tarsius Adventure beberapa tahun ini fokus mengeksplorasi, menguak banyak destinasi wisata di Negeri Khalifatul Khamis, yang tentu saja belum banyak dijamah, bahkan belum banyak diketahui publik.

Mereka ini bahkan sudah siap melakukan survey dan pemetaan obyek wisata alam, sejarah, dan budaya, yang selama ini lama terpendam di Kota Baubau.

Mereka Kren, dalam patience dan profesionalismenya, konsisten dibidangnya.

Kata Petra Mamonto, rupanya dia sudah beberapa kali menemani tamu wisatawan mancanegara di Pantai ini. Dan mereka para wisatawan mancanegara sangat menikmati menghabiskan waktu ditempat ini.

Ada yang khas dengan rasa, dan panorama yang disugukkan Pantai ini, salahsatunya suasana privat.

Senin 13 April 2020 saya kembali ke Pantai tanpa nama bersama teman penikmat alam, rekan sebaya waktu masih berseragam putih abu abu dulu, Bagong dan Anto.

Di pantai ini kami sangat bersemangat, bermain air diiringi nyanyian dedaunan diatas tebing tat kala angin berhembus kencang.

Kami berteduh dibawah hamparan langit maha sempurna, bersandar dikokohnya tebing, merendam tubuh dalam air asin besih nan bening.

Disini kami juga bermanja dengan mainan air menghempas arus kecil berakhir sedikit membekaskan busa ditepian.

Pintu Rahasia itu adalah bongkah batu besar, ketika akan memasuki Pantai tanpa nama.

Ada pula bongkah batu tempat kami berulang kali melompat, terjun bebas. Juga tebing batu ukiran alamnya nan eksotis.

Sesekali, tak jauh dari kami, lalu lalang Nelayan tradisional, yang dengan arifnya mengambil seperlunya isi laut.

Tersadarkan, bahwa Bumi ini Anugerah Sang Pencipta, bahwa laut Pantai tanpa nama ini titipanNya, dicipta untuk diambil biotanya dengan secukupnya, dan suatu kewajiban melestarikan keberlangsungannya.

Pantai tanpa nama, kami menikmatimu, dalam kesendirian menjauhi pongah, menghampiri bukti apalah kami yang hanya bagaikan butir debu di dunia fana ini.

Kami datang tanpa meninggalkan jejak, pun kami akan pergi dengan mematri kesan suka cita.

Pantai tanpa nama ini layak dikunjungi ketika pandemi covid-19 berakhir.

Karena semua orang butuh piknik.

Tetap di rumah saja, biar kasamea.com memberitakan untuk Anda.

Catatan:

LM. Irfan Mihzan / Pendiri Kasamea.com

Komentar

News Feed