oleh

Tinggal Teken Presiden “Pahlawan Nasional Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi”


BAU-BAU

Penobatan Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi sebagai Pahlawan Nasional tinggal menunggu tanda tangan Presiden Republik Indonesia Ir Joko Widodo, dan akan diumumkan pada November 2019. Hal ini dipastikan
Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) Penghargaan dan Tunjangan Keluarga Pahlawan Perintis Kemerdekaan Kementerian Sosial RI Afni SH MSi.

Kata Afni, seluruh tahap penilaian, verifikasi telah rampung, dan Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi memenuhi syarat.

Untuk dinobatkan Pahlawan Nasional harus memenuhi Syarat Umum dan Syarat Khusus.

Syarat Umum: warga negara Indonesia, berkelakuan baik, berintegritas, suri tauladan baik, tidak pernah menyerah.
Syarat Khusus: pernah memimpin perjuangan melawan pemberontak, tidak pernah menyerah, serta menghasilkan karya yang bermanfaat.

Afni yang hadir di Kota Baubau bersama Tim verifikasi calon Pahlawan Nasional Tahun 2019, menuturkan, bila Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional ke 180, maka tidak menutup kemungkinan foto serta nama Himayatuddin Muhammad Saidi akan tertera dimata uang Indonesia.

Sekembalinya ke Jakarta, Tim verifikasi calon Pahlawan Nasional langsung mengusulkan kepada Presiden RI Ir Joko Widodo.

“Khusus Sultan Himayatuddin satu tahap lagi (teken Presiden RI, red). Rencananya diajukan awal September ini,” kata Afni.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Baubau, Dr Roni Muhtar MPd mengatakan, Pemerintah Kota Bau-Bau berterima kasih atas upaya dan kerja sama Tim tingkat Kota Bau-Bau, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), hingga Pusat, terkhusus Tim dari Kementerian Sosial RI yang telah mengawal perjuangan pengusulan Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi menjadi Pahlawan Nasional. Tak luput dukungan doa serta moril seluruh masyarakat Kota Bau-Bau, Kabupaten Buton, Sultra.

Dari kantor Wali Kota Bau-Bau, Tim verifikasi melakukan validasi lapangan, untuk mengecek lokasi Makam, Benteng Pertahanan, dan nama jalan yang akan disematkan. Dan setelah verifikasi lengkap, maka usulan akan disampaikan oleh Kementerian Sosial kepada Presiden RI Ir Joko Widodo melalui Dewan Gelar, yang terdiri dari Sejarahwan, Akademisi, dan pihak Kementerian Pertahanan RI.

[RIDWAN – editor LAMIM]

Komentar

News Feed