oleh

UM Buton Diantara Internet Gratis dan Citra Eksternal

kasamea.com BAU-BAU

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Komisariat Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Buton (IMM Fekon UM Buton) menilai Rektorat UM Buton hanya mampu melakukan pencitraan secara eksternal, dimata Pemerintah dan publik, namun tak mampu merealisasikan atau mengakomodir kebutuhan internet Mahasiswa, yang urgent, guna kelancaran perkuliahan, yang selama beberapa pekan ini dilakukan secara online. Kebijakan perkuliahan online ini, kaitan dengan penanganan penyebaran corona virus disease 19 (covid-19) pandemi global, melalui social distancing, physical distancing.

Hal ini diungkapkan Ketua IMM Fekon UM Buton, Suadi.

Menurut Aktivis Mahasiswa Muhammadiyah ini, dalam hal ini, subsidi paket internet, gratis untuk Mahasiswa, pihak Rektorat terkesan tak peduli. Seakan abai dengan keresahan, kesusahan Mahasiswa, yang harus mengikuti proses belajar mengajar secara daring, yang tentu membutuhkan biaya tambahan, untuk membeli paket internet. Khususnya bagi Mahasiswa dengan perekonomian menengah kebawah, lanjut Suadi, tentu hal ini sangat memberatkan.

Sudah seharusnya Rektorat sejak awal bisa berhitung, mengalokasikan anggaran untuk membantu meringankan beban Mahasiswanya, dalam memenuhi kebutuhan paket internet tersebut. Menurut Suadi, ini adalah bentuk hak Mahasiswa, dan kewajiban Kampus, guna terwujudnya proses belajar mengajar, perkuliahan yang baik, diinternal UM Buton.

“Jika pihak kampus memang benar-benar peduli, tidak mungkin Mahasiswa menuntut dengan tegas untuk diberikan subsidi kuota internet gratis pada situasi seperti ini. Tentunya merupakan suatu kewajiban oleh pihak kampus, olehnya itu kami kembali menggugah seluruh pimpinan amal usaha UM Buton untuk memberikan subsidi kuota internet gratis kepada para mahasiswa,” tegas Suadi, Sabtu (12/4/20).

Suadi mengaku, belum menempuh upaya komunikasi, atau bersurat secara resmi secara kelembagaan dengan pihak Rektorat UM Buton. Namun Ia sangat berharap, pihak Rektorat UM Buton lebih responsif, lebih cepat menyahuti aspirasi internal, kebutuhan Mahasiswa. Bukan hanya bercitra diri, melalui jalinan kerjasama dengan pihak eksternal.

“Sehingga atas hal tersebut kami menilai apa yang dilakukan pimpinan amal usaha, diam dan acuh tak acuh membuat pencitraan belaka. Dan jika tidak benar demikian (pencitraan, red), maka tentunya pihak kampus akan melakukan sesuatu untuk mengurangi beban ekonomi ditengah pandemi covid-19,” katanya.

[RED]

Komentar

News Feed