UM Buton Lemah Terapkan Prokes Covid-19

Drs Ma’ruf MPd

Kasamea.com

Di kampus Universitas Muhammadiyah Buton (UM Buton) terkesan masih lemah dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan penyebaran covid-19. Senin-Selasa (5-6 Juli 2021) terjadi kerumunan atau keramaian tanpa menerapkan prokes secara ketat. Tidak menjaga jarak, dan masih banyak yang tidak menggunakan masker. Khususnya di ruang pendaftaran/penerimaan mahasiswa baru (maba) di lantai dasar gedung B. Termasuk pula di area depan gedung.

Kasamea.com mengkonfirmasi pihak UM Buton,

Kepala Biro UM Buton, Ma’ruf mengatakan, pelaksanaan kegiatan akademik, perkuliahan, administrasi, dan kegiatan kemahasiswaan di UM Buton, dilaksanakan dengan prokes secara ketat.

Perkuliahan tatap muka langsung, diatur, jumlah mahasiswa yang lebih dari 20 orang, dibagi dua. Sedangkan 20 orang atau kurang dari 20 orang, perkuliahan berlangsung satu kali. Dengan tetap melihat kondisi kesehatan. Menerapkan Prokes yang ketat.

Untuk berbagai kegiatan didalam ruangan, seperti di Biro Akademik, tidak diperbolehkan siapapun yang masuk ruangan tanpa menggunakan masker.

“Dalam perkuliahan ketika kondisi kesehatan kurang bagus, tidak diperbolehkan masuk. Kita anggap sakit, dan dianggap sederajat dengan hadir. Karena kondisi covid-19,” jelas Ma’ruf.

Kegiatan kemahasiswaan tetap berlangsung dengan mengedepankan prokes. Ma’ruf menjelaskan, perkuliahan luring atau daring, tergantung kesepakatan (diatur) masing-masing dosen dan mahasiswa. Menyesuaikan kondisi.

Terkait pantauan, terjadinya kerumunan/keramaian tanpa menjaga jarak dan tanpa memakai masker, Ma’ruf selaku sekretaris panitia penerimaan maba UM Buton, menguraikan, sejak awal pendaftaran maba, pihaknya sudah menekankan, memberi penegasan penerapan prokes secara ketat. Bahkan telah diatur, mulai dari mempersiapkan wadah cuci tangan, masker, juga pengaturan jarak tempat duduk.

“Kita sudah atur. Barangkali itu juga satu lagi barangkali tidak tau bagaimana kelemahannya terjadi dimana, kalau memang ada ditemukan seperti itu bahkan saya ucapkan terima kasih. Kami akan lakukan evaluasi cepat, karena kita tidak tau kalau kebetulan baru didapat, atau karena memang karena selama ini tetap ketat, dan saya akan pantau ulang,” jelasnya.

Pihaknya, lanjut Ma’ruf, memastikan untuk kembali melakukan pemantauan bila pada kenyataannya terjadi lemahnya penerapan prokes dalam situasi pendaftaran maba UM Buton.

“Saya akan cek kembali apa betul seperti itu (lemah penerapan prokes, red) karena memang ada koordinator pendaftaran, dan selalu memberikan laporan kepasa saya, bahwa prokes selalu ditegakkan,” urai Ma’ruf.

Menanggapi lemahnya prokes di ruang pendaftaran maba pada Senin 5 Juli 2021, Ma’ruf menjelaskan, saat itu bertepatan dengan adanya aksi unjuk rasa. Sehingga, sulit untuk mengontrol jaga jarak dalam kerumunan, keramaian. Sulit untuk mengaturnya, tidak bisa untuk menegur.

Selama ini menurut Ma’ruf, pihaknya selalu memantau langsung, dan menanyakan kepada koordinator pendaftaran maba, memastikan prokes tetap ditegakkan dalam proses pendaftaran maba.

“Kemarin itu nda ada yang teratur, namanya demonstrasi susah. Iya kan disitu banyak, mau peserta demonstrasi apa, kalau selesai dia masuk saja disitu (ruang pendaftaran maba, red). Mereka tidak bisa diatur,” ungkap Ma’ruf, di ruang kerjanya di kampus UM Buton, jalan Betoambari kota Baubau provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra)1.

Ma’ruf memastikan akan mengevaluasi kembali penerapan prokes dalam proses pendaftaran maba.

Ditengah upaya keras pemerintah pusat sampai pemerintah daerah menanggulangi penyebaran covid-19, melawan pandemi, melalui penegakkan prokes sampai dengan vaksinasi, diharapkan semua pihak tanpa terkecuali ikut membantu menyukseskan. Terlebih lagi khususnya di kota Baubau saat ini, angka pasien positif covid-19 mulai meningkat kembali (per hari Selasa 6 Juni 2021, pasien positif covid-19 berjumlah 37 orang).

[LM. Irfan Mihzan]

Komentar