Baubau
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) mulai melakukan intervensi pasar di Kota Baubau, untuk menekan laju inflasi yang tercatat tertinggi di Sultra mencapai sekitar 4,08 persen berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS). Program yang digelar selama tiga hari, 21–23 Mei 2026, itu menghadirkan sejumlah kebutuhan pokok dengan harga lebih murah dibanding harga pasar, guna menjaga kestabilan pasokan dan harga pangan menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah yang jatuh pada 27 Mei 2026..

Pemprov Sultra Intervensi Harga Pangan
Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Tenggara, Aristos, mengatakan pelaksanaan GPM di Baubau dilakukan atas instruksi Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, setelah pemerintah melihat tingginya angka inflasi di negeri Sara Patanguna. Menurutnya, intervensi pasar menjadi langkah strategis untuk menjaga kestabilan harga, sekaligus memastikan pasokan pangan masyarakat tetap aman.
“Berdasarkan instruksi bapak gubernur, kami diperintahkan melakukan intervensi melalui Gerakan Pangan Murah, untuk menjaga kestabilan pasokan dan harga pangan, khususnya menekan inflasi di Kota Baubau,” ujar Aristos.

Komoditas Dijual Lebih Murah
Dalam kegiatan tersebut, pemerintah menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga subsidi, di antaranya beras SPHP sebanyak lima ton, beras premium, bawang merah, bawang putih, serta minyak goreng Minyakita yang disuplai dari Bulog, juga telur ayam.
Kehadiran komoditas dengan harga lebih terjangkau mendapat respons positif dari masyarakat, yang memanfaatkan pasar murah untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga menjelang Lebaran.
Sekretaris Daerah Kota Baubau, La Ode Darus Salam, mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Pemprov Sultra, Dinas Ketahanan Pangan, atas pelaksanaan GPM yang dinilai sangat membantu masyarakat di tengah meningkatnya aktivitas belanja menjelang hari besar keagamaan. Ia menyebut pasar murah menjadi bentuk nyata perhatian pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat.

Pasar Murah Bantu Kendalikan Inflasi
Menurut La Ode Darus Salam, pelaksanaan pasar murah selama tiga hari memberi kesempatan kepada masyarakat untuk berbelanja dengan lebih tenang, tanpa harus khawatir terhadap lonjakan harga kebutuhan pokok di pasaran. Selain membantu masyarakat, program tersebut juga diyakini mampu menekan inflasi daerah melalui stabilisasi harga komoditas pangan strategis.
“Gerakan pasar murah ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, karena harga kebutuhan pokok yang dijual lebih murah dibanding harga pasar. Kita berharap kegiatan seperti ini terus dilakukan untuk menjaga stabilitas harga dan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok,” katanya.
Sinergi Pemerintah Jaga Ketersediaan Pangan
Sebelumnya, kegiatan serupa juga telah dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Kota Baubau bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Baubau, menggandeng Bulog juga para distributor kebutuhan pokok. Pemerintah berharap sinergi antarinstansi dalam pelaksanaan Gerakan Pangan Murah dapat menjaga ketersediaan bahan pokok, memperkuat distribusi pangan, serta memastikan harga kebutuhan masyarakat tetap stabil hingga pasca-Lebaran.
(Redaksi)















Komentar