oleh

Ketua dan Waket BEM Unidayan Diberhentikan

Kasamea.com BAUBAU

Majelis Permusyawaratan Mahasiswa Universitas Dayanu Ikhsanuddin (MPM Unidayan), Jumat 20 November 2020 menggelar Sidang Istimewa. Sidang yang digelar secara virtual ini fokus membahas tentang dugaan pelanggaran yang dilakukan BEM Unidayan.

Baca berita lainnya

Berdasarkan SK Rektor Unidayan Nomor 80/O/UND/IX/2015, tentang Pedoman Organisasi Kemahasiswaan, Anggaran Umum dan Anggaran Khusus Lembaga Kemahasiswaan Unidayan, dan Garis Besar Haluan Organisasi.

Baca Berita lainnya

Sidang yang dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, La Ode Asman SE MSi, memutuskan :

  1. Memberhentikan Ketua dan Wakil Ketua BEM Unidayan, karena adanya pelanggaran pelaksanaan Konstitusi SK Rektor No. 80/O/UND/IX/2015, Aturan umum dan Aturan Khusus dan Garis Besar Haluan Organisasi/Garis Besar Program Kerja.
  2. Mengangkat Sekretaris Jenderal BEM Unidayan sebagai Pelaksana Jabatan Sementara (PJS) Ketua BEM Unidayan sampai akhir periode.

Diungkapkan Ketua MPM Unidayan, Hasim, bahwa Keputusan Sidang Istimewa sudah sesuai prosedur, dimana sebelumnya MPM Unidayan telah memberikan Surat Peringatan Pertama dan Surat Peringatan Kedua atas pelanggaran yang dilakukan. Namun sampai dengan adanya Keputusan Sidang Istimewa, BEM Unidayan belum memperbaiki berkas, atas pelanggaran yang telah dilakukan.

Baca berita lainnya

Bukan hanya itu, kata Hasim, terdapat beberapa pelanggaran baru yang dilakukan BEM Unidayan, setelah diterbitkannya Surat Peringatan Kedua. Sehingga pihaknya menilai, tak ada toleransi bagi Pemimpin yang tidak amanah, karena sudah melakukan pelanggaran, atas pelaksanaan Konstitusi yang berlaku dilingkup Lembaga Kemahasiswaan Unidayan.

Pihaknya, lanjut Hasim, menaruh harapan besar terhadap unsur Pimpinan BEM Unidayan kedepan, agar tidak menganggap sepeleh kelengkapan Administrasi Organisasi, sebab Administrasi adalah Roh dari Lembaga. Hasim berharap, Pimpinan BEM Unidayan kedepan tetap amanah, dan menjadikan Organisasi Kemahasiswaan sebagai wahana atau sarana pengembangan keilmuan, minat dan bakat, sesuai arah profesi sebagai kaum Intelektual.

“Kami tegaskan bahwa saat ini saudara Dalman dan Dahlin tidak lagi menjabat sebagai Ketua dan Wakil Ketua BEM Unidayan, karena keduanya telah diberhentikan sesuai Konstitusi yang berlaku. Saat ini yang mengisi kekosongan jabatan Ketua BEM Unidayan diamanahkan kepada Sekretaris Jenderal BEM Unidayan sebagai Pelaksana Jabatan Sementara Ketua BEM Unidayan,” pungkas Hasim.

Baik Dalman maupun Dahlin sudah dikonfirmasi tentang pemberhentian keduanya melalui Sidang Istimewa MPM Unidayan. Namun keduanya belum menanggapi.

[RED]

Komentar

News Feed