oleh

Pemkot Baubau Adakan Alat PCR untuk Percepat Diagnosis Covid 19, Masyarakat Diminta Tetap Terapkan Prokes

Dr Roni Muhtar MPd Sekda Baubau – Wakil Ketua III Satgas Covid 19 Baubau

Kasamea.com BAUBAU

Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tak henti bekerja dalam upaya memutus rantai sebaran wabah corona virus disease 2019 (covid 19). Berbagai langkah penanganan, penanggulangan terus dilakukan melalui Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 dan Pemulihan Ekonomi (Satgas Covid 19).

Terkini, Pemkot mengupayakan pengadaan alat PCR (polymerase chain reaction), yang rencananya sudah bisa digunakan Desember 2020. Untuk percepatan diagnosis, agar bisa lebih dini mengetahui pasien terpapar, dan segera melakukan pemetaan wilayah persebaran covid 19. Melakukan langkah-langkah pencegahan persebaran yang lebih luas.

Sekretaris Daerah Kota Baubau, selaku Wakil Ketua III Satgas Covid 19, Dr Roni Muhtar MPd, mengatakan, dengan adanya alat PCR ini pihaknya dapat segera melakukan langkah preventif.

“Jadi begitu pentingnya alat PCR ini. Tetapi jangan hanya melihat ada alatnya, tetapi ini menjadi awal kita lebih cepat berperan melakukan pencegahan,” jelasnya.

Berita lainnya

Roni Muhtar mempercayakan sepenuhnya proses pengadaan alat PCR tersebut kepada Direktur RSUD Kota Baubau, dr Lukman SpPD, yang juga selaku Juru Bicara Satgas Covid 19.

Pengadaan alat PCR include dengan pembekalan teknisi tenaga medis yang akan mengoperasikan alat tersebut.

Berita lainnya

Pemkot Baubau melalui Satgas Covid 19 juga melakukan sosialisasi secara masif kepada masyarakat, tentang aspek-aspek teknis penanganan / penanggulangan covid 19, kewaspadaan standar, juga menghentikan stigma.

Satgas Covid 19 terus mengimbau agar masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan secara paripurna, 3M: Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak. Sebagai bentuk adaptasi, kebiasaan baru, menuju pola hidup baru, termasuk menyiapkan cairan disinfektan sendiri.

Berita lainnya

Menghentikan fenomena sosial yang muncul ditengah wabah covid 19, yakni stigma, yang cenderung memperparah situasi.

Daripada menunjukkan stigma sosial, kata Roni Muhtar, alangkah lebih bijak bila bersama-sama berkontribusi dengan membangun rasa percaya pada layanan dan saran kesehatan yang bisa diandalkan. Menunjukkan empati terhadap mereka yang terdampak, memahami wabah itu sendiri, dan melakukan upaya yang praktis dan efektif, sehingga orang bisa menjaga keselamatan diri dan orang yang mereka cintai.

Roni Muhtar memastikan, Pemkot Baubau terus memaksimalkan kinerja dalam penanggulangan sebaran covid 19, dan terus membangun optimisme ditengah masyarakat.

Pemkot Baubau bersungguh sungguh, peduli terhadap keselamatan masyarakat. Terus , melakukan sosialisasi, penyemprotan disinfektan, perawatan/ pengobatan pasien covid 19. Menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak pandemi, bantuan masker, meng- Fasilitasi rapid tes. Tak luput membangun sinergi dengan banyak pihak yang ikut berempati membantu masyarakat, membantu Pemkot Baubau dalam percepatan penanganan covid 19.

Beberapa waktu belakangan ini, terjadi penurunan angka pasien positif covid 19, yang tentu saja sebagai indikator kinerja seluruh pihak. Tak hanya Pemkot Baubau, melalui Satgas Covid 19, tetapi juga partisipasi, peran banyak pihak yang ikut membantu. Termasuk masyarakat yang sudah ikut mendukung, dengan mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan.

Terjadinya penurunan adalah suatu kesyukuran, realita yang menggembirakan. Bahwa banyak intervensi yang sudah dilakukan Pemkot Baubau, dengan sosialisasi seperti saat ini, adanya operasi yustisi, kemudian juga tindakan preventif lainnya, dalam percepatan penanganan covid 19.

“Ini menggembirakan, dan kita sama-sama berharap, dalam waktu yang tidak terlalu lama, kita sudah berada di zona hijau,” harap Roni Muhtar.

Percepatan penanganan covid 19 di Kota Baubau mendapat apresiasi dari Pemerintah Pusat, yang memberikan bantuan anggaran penanganan covid 19 sebesar hampir Rp 30Miliyar.
Bantuan anggaran ini dikonsentrasikan pada dua hal: penanggulangan persebaran covid 19, dan upaya peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat.

“Saya kira ini intervensi yang positif, karena disatu sisi kita memperbaiki cara pelayanan kita untuk mengurangi persebaran covid 19, disisi lain yang juga penting untuk diperhatikan adalah, perlunya peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat. Sehingga seiring sejalan pada akhirnya,” pungkas Roni Muhtar.

[RED]

Komentar

News Feed