Baubau
Semangat pelajar sekolah dasar dalam bidang seni dan sastra kembali bergema melalui Festival Lomba Seni dan Sastra Nasional (FLS2N) tingkat Kota Baubau, yang digelar secara offline atau luring. Kegiatan tahunan ini menjadi ajang seleksi bagi para siswa terbaik untuk mewakili Kota Baubau ke tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara.
Beragam cabang lomba dipertandingkan, mulai dari nyanyi solo, pantomim, mendongeng, bercerita, melukis hingga kriya.
Pada cabang lomba nyanyi solo, siswa SD Negeri 3 Baubau, Wa Ode Yasmin Khaerunisa, berhasil meraih juara pertama setelah tampil memukau di hadapan dewan juri dan para penonton. Posisi juara kedua diraih Mattew Anderson Muller dari SD Negeri Batulo, sementara juara ketiga diraih Adifa A. M. Natalegawa dari SD Negeri 3 Baubau.

Sementara itu, kategori harapan masing-masing diraih Charolyn Adventia Tangkelangi dari SD Regina Pacis sebagai Harapan I, Muh Reski Fatannah Harifa dari SD Negeri 2 Baubau sebagai Harapan II, serta Adelia Putri dari SD 3 Nganganaumala sebagai Harapan III.
Para pemenang nantinya akan dipersiapkan untuk mengikuti seleksi di tingkat provinsi yang dilaksanakan secara daring melalui pengiriman video penampilan.
Sekretaris Daerah Kota Baubau yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, La Ode Darus Salam, mengatakan pihaknya berharap para peserta mampu membawa nama baik Kota Baubau hingga tingkat nasional. Ia mencontohkan capaian tahun sebelumnya ketika siswa SD Negeri Lamangga berhasil menyumbangkan medali emas untuk Sulawesi Tenggara pada cabang lomba bercerita tingkat nasional.
“Harapan kami anak-anak bisa membawa nama Kota Baubau ke tingkat provinsi bahkan nasional. Tahun lalu Baubau berhasil menyumbang medali emas nasional melalui lomba bercerita. Ini membuktikan potensi siswa kita sangat besar dan mampu mengharumkan nama daerah,” ujarnya.
Ia juga berharap seluruh sekolah dasar di Kota Baubau dapat lebih aktif mengikuti FLS2N pada tahun-tahun mendatang. Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi ruang penting bagi siswa untuk menemukan sekaligus mengasah bakat yang dimiliki sejak dini, terutama di bidang seni, sastra dan kreativitas.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Baubau, Hasrin, menjelaskan FLS2N merupakan agenda rutin berjenjang dari tingkat kabupaten/kota, provinsi hingga nasional. Tahun ini kegiatan diikuti 26 sekolah dasar, namun jumlah tersebut disebut masih belum mencapai 50 persen dari total SD yang ada di Kota Baubau.
Meski demikian, pihak dinas mengaku telah melakukan berbagai upaya maksimal untuk mendorong partisipasi sekolah. Menurutnya, keikutsertaan sekolah dalam FLS2N menjadi indikator penting terhadap pembinaan minat dan bakat siswa di lingkungan sekolah.
“Sekolah yang mengaku melakukan pembinaan tetapi tidak mengikutsertakan siswanya dalam lomba akan menjadi perhatian khusus. Dalam lima tahun terakhir, terdapat tujuh cabang lomba yang rutin dipertandingkan, yakni nyanyi solo, tari, mendongeng/bercerita, pantomim, gambar ekspresi, menulis cerita, dan kriya,” urainya.
Kota Baubau sendiri disebut kerap mendominasi wakil Sulawesi Tenggara pada cabang kriya, gambar, bercerita/mendongeng, bahkan tahun lalu berhasil menembus grand final 10 besar nasional pada salah satu cabang lomba mendongeng. Tahun ini, pemerintah daerah kembali menargetkan prestasi terbaik agar siswa-siswi Baubau mampu bersaing di tingkat provinsi maupun nasional.
(Redaksi)











Komentar