BPJS Ketenagakerjaan Sosialisasikan MLT Konstruksi bagi Developer Baubau
Baubau
BPJS Ketenagakerjaan Cabang Baubau menggandeng Forum Developer Kota Baubau menggelar sosialisasi Program Manfaat Layanan Tambahan (MLT) bagi sektor perumahan dan konstruksi. Kegiatan ini diikuti para pengembang perumahan di Kota Baubau, sebagai upaya memperluas pemanfaatan fasilitas pembiayaan rumah bagi pekerja sekaligus mendorong kemudahan akses kredit konstruksi bagi developer.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Baubau, Musriyati, menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi program pemerintah. Untuk memberikan kemudahan kepada peserta BPJS Ketenagakerjaan dalam memperoleh rumah layak huni, melalui skema pembiayaan yang lebih ringan dibandingkan fasilitas kredit perumahan konvensional.
Kata Musriyati, kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk merealisasikan program pemerintah, agar para pekerja khususnya di Kota Baubau, bagi yang menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, lebih mudah memperoleh rumah layak huni melalui Manfaat Layanan Tambahan, yang bekerja sama dengan mitra perbankan.
“Harapannya seluruh pekerja dapat memiliki rumah, dengan persyaratan yang lebih mudah dan biaya yang lebih murah,” ujar Musriyati, Rabu 12 Agustus 2026, di meeting room Hotel Zenith.

MLT Hadirkan Beragam Fasilitas Pembiayaan
Musriyati menjelaskan, Program MLT tidak hanya menyediakan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR), tetapi juga mencakup pinjaman uang muka perumahan serta pinjaman renovasi rumah bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Sementara bagi kalangan pengembang, tersedia fasilitas kredit konstruksi perumahan yang menawarkan skema pembiayaan lebih kompetitif.
“Manfaat tersebut diharapkan mampu mempercepat pembangunan kawasan perumahan, sekaligus meningkatkan daya beli pekerja terhadap hunian yang layak,” ujarnya.
Kredit Konstruksi Beri Keuntungan bagi Developer
Dalam paparannya, Musriyati menyebut fasilitas kredit konstruksi melalui Program MLT memberikan berbagai kemudahan bagi developer, baik dari sisi persyaratan maupun skema pembiayaan. Besaran cicilan maupun persyaratan kredit dinilai lebih ringan dibandingkan pembiayaan konstruksi yang diperoleh melalui mekanisme perbankan pada umumnya.
“Kondisi tersebut diharapkan dapat meningkatkan minat pengembang, untuk membangun lebih banyak hunian bagi pekerja peserta BPJS Ketenagakerjaan, di wilayah Baubau dan sekitarnya,” harapnya.
Musriyati mengungkapkan, sosialisasi bersama asosiasi dan Forum Developer Kota Baubau merupakan kegiatan pertama yang dilaksanakan pada tahun ini. Sebelumnya, edukasi mengenai Program MLT lebih banyak dilakukan secara langsung kepada perusahaan-perusahaan yang menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.
“Kali ini kami mengumpulkan para pengembang agar memperoleh pemahaman yang sama mengenai manfaat layanan tambahan. Dengan demikian, developer, perbankan, BPJS Ketenagakerjaan, dan peserta sebagai pengguna, dapat membangun kolaborasi yang saling menguntungkan,” katanya.
Sementara itu, di tempat yang sama, Ketua Forum Developer Kota Baubau, Syafri Rahman, mengapresiasi kiat yang dilakukan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Baubau. Yang diharapkan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh para developer di Baubau.
Bagi Syafri, ini sebuah terobosan baru dari pemerintah, yang selama ini terdapat anggapan bahwa BPJS Ketenagakerjaan hanya untuk menarik iuran dari pengusaha. Sekarang BPJS Ketenagakerjaan ikut berpartisipasi dalam penyaluran kredit modal kerja dan KPR, meskipun masih komersil dengan batas maksimal Rp500 juta.
“Kami bersama rekan rekan developer yang ada di Kota Baubau menyambut baik sosialisasi ini, dan akan memanfaatkannya dengan baik,” ungkapnya.

Kolaborasi Perbankan dan Developer Diperkuat
Melalui forum tersebut, BPJS Ketenagakerjaan juga menghadirkan mitra perbankan dari Bank Tabungqn Negara (BTN) dan Bank Syariah, untuk memberikan penjelasan mengenai mekanisme pembiayaan dan persyaratan kredit. Sinergi tersebut diharapkan menciptakan ekosistem pembiayaan perumahan yang lebih efektif, sehingga manfaat Program MLT dapat dirasakan secara optimal oleh pekerja maupun pelaku usaha sektor properti.
Selain memperkuat hubungan kelembagaan, kegiatan ini menjadi sarana memperluas pemahaman para pengembang, mengenai peluang kerja sama dalam penyediaan hunian yang terjangkau.
BPJS Ketenagakerjaan Cabang Baubau memiliki wilayah kerja yang meliputi Kota Baubau, Kabupaten Buton, Buton Selatan, Buton Utara, Buton Tengah, serta Kabupaten Wakatobi. Melalui sosialisasi Program Manfaat Layanan Tambahan ini, BPJS Ketenagakerjaan berharap semakin banyak pekerja peserta yang mampu memiliki rumah layak huni, sekaligus mendorong pertumbuhan sektor perumahan melalui kolaborasi antara pemerintah, perbankan, dan para developer di kawasan Kepulauan Buton.









Komentar