oleh

Nelayan Bau-Bau Ditahan di Papua Nugini

BAU-BAU

Nelayan asal Pulau Makassar Kota Bau-Bau Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Arjun (23) ditahan di Papua Nugini bersama empat nelayan lainnya, yang juga berasal dari Sultra. Kelimanya ditahan atas tuduhan berlayar dalam wilayah perairan negara Papua Nugini, dan melakukan penangkapan ikan secara ilegal.

Hal ini diungkapkan Ayah Arjun, Sanudin, yang mengatakan, puteranya bersama empat temannya telah ditahan, dan sejak Oktober 2019 menjalani proses hukum. Dan selama ini pihak Kedutaan Besar RI menghubunginya via telepon sebanyak dua kali, selebihnya, persoalan hukum yang dijalani puteranya diurus oleh keluarga Sanudin yang berada di Provinsi Jayapura.

“Anak saya ikut rompong, tapi tiba-tiba kami dapat informasi dari pamannya di Jayapura bahwa mereka ditahan di Papua Nugini sana. Mereka dihukum lima tahun,” kata Sanudin.

Menurut Sanudin, selain hukuman lima tahun penjara, Arjun juga diminta membayar sekitar Rp 50juta, yang kini menjadi beban keluarganya, yang tak sanggup Ia bayar.

Sanudin bersama keluarga sangat berharap, Pemerintah Kota Bau-Bau, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, juga Pemerintah Pusat dapat membantu proses hukum yang kini dijalani puteranya, bersama empat rekan nelayan lainnya.

“Kalau bisa kasihan anak kami dipulangkan, begitu juga dengan teman-temannya. Kasihan mereka hanya mencari makan, dan terbawa arus, mereka tidak tau mereka berada diluar perairan Indonesia,” harap Sanudin, saat ditemui, Sabtu (29/2/20) malam ini.

Saat ini Sanudin tak tau harus berbuat apa untuk bisa memulangkan puteranya. Ia sangat berharap bantuan Pemerintah.

Nama empat nelayan yang ditahan bersama Arjun: Hamzah Tina, Faisal Nababan, Latoru Lankaenu, Jufri Sanilu.

[RED]

Komentar

News Feed