Warga Baubau Waspada! Terjadi Puluhan Kebakaran Lahan
Baubau
Musim kemarau panjang yang melanda Kota Baubau memicu meningkatnya kejadian kebakaran lahan sepanjang 2026. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Baubau mencatat puluhan kejadian kebakaran sejak awal Januari hingga awal Agustus 2026.
Mayoritas insiden dipicu cuaca panas ekstrem yang membuat vegetasi dan lahan kering mudah terbakar, sehingga masyarakat diminta menghentikan kebiasaan membakar sampah maupun membuka lahan dengan cara dibakar.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Baubau, La Ode Ali Hasan, mengatakan musim kemarau yang berkepanjangan menjadi faktor utama meningkatnya kasus kebakaran di wilayah Kota Baubau. Menurutnya, suhu udara yang tinggi membuat api lebih cepat menyebar, terutama pada lahan kosong dan kebun yang dipenuhi rumput kering.
“Hingga hari ini, sejak awal Januari sampai awal Agustus 2026, kami telah menangani puluhan kejadian kebakaran. Sebagian besar dipengaruhi kondisi cuaca yang sangat panas sehingga potensi kebakaran meningkat. Karena itu masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan,” katanya.
Ali Hasan menjelaskan, seluruh personel Damkar terus disiagakan selama musim kemarau. Setiap laporan yang diterima langsung ditindaklanjuti dengan mengerahkan armada dan petugas ke lokasi, dengan target waktu respons sekitar 15 menit guna mencegah api meluas ke permukiman maupun fasilitas umum.
“Selain melakukan pemadaman, Damkar juga memperkuat langkah antisipasi melalui patroli, edukasi, dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya kebakaran selama musim kemarau,” jelasnya.
Warga Diminta Tidak Membakar Sampah dan Lahan
Damkar Kota Baubau mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah rumah tangga maupun lahan perkebunan. Praktik tersebut dinilai menjadi salah satu penyebab utama kebakaran lahan, terutama ketika kondisi tanah dan vegetasi dalam keadaan sangat kering.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak membakar sampah ataupun membuka lahan dengan cara dibakar. Pada cuaca panas seperti sekarang, api sangat mudah merambat dan sulit dikendalikan sehingga berpotensi menimbulkan kebakaran yang lebih besar,” ujarnya.
Dalam penanganan kebakaran, Damkar Kota Baubau terus menjalin koordinasi dengan unsur TNI, Polri, unsur lainnya, serta masyarakat di sekitar lokasi kejadian. Kerja sama tersebut dinilai efektif mempercepat proses pemadaman, sekaligus mengurangi risiko meluasnya kebakaran ke kawasan permukiman.
Menurut Ali Hasan, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam pencegahan, terutama dengan segera melaporkan titik api dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
Di sisi lain, proses pemadaman masih menghadapi kendala berupa terbatasnya sumber air di beberapa wilayah akibat musim kemarau. Petugas kerap harus memanfaatkan berbagai sumber air yang tersedia, termasuk melakukan distribusi air dari lokasi lain agar proses pemadaman tetap berjalan optimal.
“Kondisi air saat ini cukup terbatas di beberapa titik. Karena itu kami memanfaatkan seluruh sumber air yang tersedia untuk mendukung operasi pemadaman sehingga kebakaran dapat segera dikendalikan,” jelasnya.
Damkar Ajak Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan
Damkar Kota Baubau berharap masyarakat menjadikan pencegahan sebagai langkah utama menghadapi musim kemarau. Selain tidak membakar sampah dan lahan, warga juga diminta memastikan tidak ada bara api yang ditinggalkan setelah beraktivitas di kebun, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.
Dengan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, risiko kebakaran lahan di Kota Baubau diharapkan dapat ditekan selama musim kemarau berlangsung.














Komentar