Awas, Musuh Kasat Mata Itu Masih Ada!

Catatan LM Irfan Mihzan

Kasamea.com

Selama beberapa pekan terakhir ruangan-ruangan isolasi pasien corona virus disease 2019 (covid-19) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Baubau dalam keadaan kosong. Bahkan puluhan kamar di Rumah Sehat yang disiapkan pemerintah kota Baubau untuk merawat pasien terkonfirmasi covid-19 juga hanya terisi seorang pasien. Tentu ini patut disyukuri, membahagiakan, menjadi salah satu indikator menurunnya angka pasien terkonfirmasi covid-19 di Negeri berjuluk Khalifatul Khamis ini.

Namun begitu, seluruh masyarakat diminta untuk jangan lalai, abai, apalagi apatis dengan situasi dan kondisi, sebab pandemi covid-19 belum berakhir. Musuh tak terlihat dengan bola mata telanjang namun nyata adanya ini masih terus membayang-bayangi waktu dan ruang gerak kita.

Pemerintah pusat belum mencabut status bencana nasional ini, bahkan mereka dengan segenap daya upaya masih terus menangani musibah wabah ini dengan berbagai cara, dengan langkah konkrit.

Sudah selayaknya pemerintah bekerja melayani rakyatnya, namun tanpa peran serta, kesadaran rakyat, perang melawan covid-19 tidak akan mungkin bisa kita menangkan. Senjata utama kita adalah protokol kesehatan (Prokes) 5M: memakai masker, mencuci tangan dengan sabun/hand sanitizer, menjaga jarak, mengurangi aktivitas diluar rumah, dan menghindari kerumunan/keramaian.

Hanya dengan kerja sama dan konsistensi kita dalam menjalankan peran masing-masinglah (pemerintah dan rakyat), keadaan akan menjadi baik, berjalan normal kembali seperti sedia kala, seperti sebelum mereka musuh/prajurit kasat mata itu menyerang beringas bak angkara murka. Kita sama merindukan kehidupan normal, nyaman, damai sentosa itu, dimana kita bisa bekerja, mencari makan, penghidupan dengan aman kembali di Bumi Khatulistiwa ini.

Di Kota Baubau, sepanjang 2020 sampai Mei 2021, pekan jelang hari raya Idul Fitri 1442 H/2021 M, pernah tercatat sebanyak 1.184 kasus terkait covid-19. Dengan kasus baru 1 orang, total sembuh 1.137 orang, meninggal dunia 28 orang, yang melaksanakan isolasi mandiri 10 orang, dan menyisakan seorang pasien dirawat di Rumah Sehat.

Pemerintah pusat hingga pemerintah di daerah memaksimalkan antisipasi lonjakan pasien terkonfirmasi covid-19. Tanpa terkecuali pemerintah kota Baubau. Beberapa regulasi mengikat pun diterbitkan, tak luput sosialisasi serta himbauan yang secara masif dilakukan, guna terus mengingatkan, menekankan, menegaskan kepada seluruh masyarakat agar bersama memutus rantai sebaran covid-19. Lagi-lagi musuh kasat mata itu masih ada.

Pemerintah kota Baubau sendiri, melalui RSUD Baubau telah menyiapkan langkah-langkah, khususnya dalam memberikan pelayanan untuk kasus covid-19. Terlebih RSUD Baubau sebagai rumah sakit rujukan covid-19 di wilayah Kepulauan Buton (Kepton), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Rumah Sehat pun masih tersedia, setia menanti bila sewaktu-waktu angka pasien covid-19 kembali melonjak naik. Naudzubillahminzalik. Tak ada tawar menawar, tak ada pilih memilih, lakukan agar tubuh kita semua bisa terhindar dari persinggahan covid-19, PATUH PROKES, PATUH PROKES, PATUH PROKES!

Terkini pemerintah menggalakkan vaksinasi yang konon bisa menangkal covid-19. Namun suntik vaksin pun ternyata bukan hal yang absolut mengamankan tubuh kita dari covid-19. Kita semua tetap wajib PATUH PROKES, PATUH PROKES, PATUH PROKES!.

Bijaklah menyikapi pandemi berkepanjang yang belum pasti kapan akan berakhir ini. Sayangi diri, keluarga, orang sekitar, juga masa kini dan masa depan. Ikuti dan taatlah pada setiap aturan serta anjuran pemerintah. PATUH PROKES, PATUH PROKES, PATUH PROKES (TITIK). (***)

Komentar