Kendari
Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tenggara (Dispar Sultra) menganugerahkan penghargaan kepada 20 Tokoh Penggerak Desa Wisata di bumi Anoa. Seremoni penganugerahan berlangsung di Hotel Fortune & Convention Kendari, Kamis (12/6/2025).
Dalam pidato sambutannya, Kepala Dispar Sultra H Belli Harli Tombili mengatakan, keberhasilan pembangunan pariwisata tidak bisa hanya mengandalkan infrastruktur, namun juga harus ditopang oleh kesadaran masyarakat dan kepemimpinan lokal yang berpihak pada kelestarian budaya dan lingkungan.
Sementara itu, Kepala Dispar Kota Baubau H Idrus Taufiq Saidi, mengapresiasi langkah Pemprov Sultra melalui Dispar, yang telah memberikan penghargaan kepada 20 tokoh penggerak desa wisata yang tersebar di 17 kabupaten kota se Sultra.
“Bangga yang tidak bisa disembunyikan bahwa terdapat pegiat wisata yang berasal dari Kota Baubau, atau yang selalu berpartisipasi dan berperan aktif untuk kemajuan Pariwisata Baubau dan daerah hiterlandnya,” kata Idrus.
Diantara 20 tokoh yang diberi penghargaan, tiga orang berasal dari Kota Baubau:
– Diar, seorang instruktur selam (diver) yang berperan aktif dalam kemajuan pariwisata di Kota Baubau. Diar tergabung dalam komunitas Rock n Roll Divers, yang terlibat dalam promosi wisata bawah air di negeri Sara Patanguna.
– Yunan dengan Trush Heronya yang selalu menjaga kebersihan destinasi serta ruang publik di Baubau.
– Maman dengan kelompok sadar wisata Dadi Mangura Keraton Molagina di Limbo Wolio Benteng Keraton Wolio Buton, sehingga Limbo Wolio menerima Penghargaan ADWI (Anugerah Desa Wisata Indonesia) dari Kemenparekraf RI tahun 2022 lalu.
– Kamil, seorang Volunteer dengan dronenya serta konten medsosnya, selalu berbagi info dan mempromosikan destinasi dan ruang publik di Kota Baubau dan sekitarnya.
Diharapkan dengan penghargaan yang telah diterima oleh para pegiat wisata saat ini, tidak menjadikan cepat puas dan bangga yang berlebihan untuk terus mengabdi, berperan aktif dalam mempromosikan wisata di Kota Baubau khususnya, serta kazirah Buton dan Sultra umumnya, menjadi pariwisata berkelas dunia.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Sultra, Hugua, didampingi Kadispar Sultra H Belli, dan Asisten Deputi Pengembangan Aksesibilitas dan Amenitas Kementerian Pariwisata, Dwi Marhen Yono. (Redaksi)










Komentar