Tujuh Ketua Partai Berpotensi Bakal Calon Walikota Baubau

Catatan LM Irfan Mihzan,
Pendiri / Pemimpin Redaksi Kasamea.com

Usai Pemilu Pilpres dan Pileg, pesta demokrasi Indonesia masih akan berlanjut pada perhelatan Pilkada, dan Kota Baubau salahsatu daerah yang akan menyelenggarakannya. Tersebutlah tujuh nama ketua parpol, yang berhasil menempatkan legislatornya di DPRD Kota Baubau, berpotensi masuk gelanggang Pilwali Baubau 2024.

Di negeri Syara Patanguna, nama mereka terbilang cukup populer, terlebih bila dalam waktu beberapa bulan kedepan ini mereka bergerak secara terstruktur, sistematis, dan masif, melalui organ parpol yang masing-masing mereka nahkodai. Seperti diketahui, struktur parpol yang mereka nahkodai berjenjang dari pengurus tingkat kota, sampai tingkat kelurahan. Belum lagi bila ditambah dengan pergerakan organisasi sayap, maupun organisasi eksternal, serta loyalis/relawan, apalagi bila ditunjang dengan campur tangan desain konsultan politk.

H Yusran Fahim Ketua PPP Baubau, La Ode Ahmad Monianse Ketua PDIP Baubau, H Zahari Ketua Partai Golkar Baubau, Nasiru Ketua Partai Gerindra, Indra Tri Wahyono Ketua Partai Hanura Baubau, Arifuddin Ketua Partai Nasdem Baubau, dan Odianov Chaliullah Almondo Ketua PKN Baubau. 

Yusran adalah adik ipar Amirul Tamim (mantan walikota Baubau dua periode, mantan anggota DPR RI, anggota DPD RI). Meneruskan gerbong besar politik Amirul Tamim, Yusran saat Pilwali Baubau sebelumnya, juga maju sebagai Cawali Baubau berpasangan dengan Ahmad Arfah, namun kalah. Yusran seorang pengusaha ternama bidang konstruksi dan bisnis lainnya, yang pada Pilwali Baubau 2018 lalu, tercatat sebagai Cawali pemilik harta kekayaan terbanyak.

Monianse adalah mantan Walikota Baubau. Pernah sebagai anggota DPRD Kota Baubau, namanya kian moncer ketika diusung sebagai Cawawali Baubau mendampingi Cawali AS Tamrin, dan alhasil menang. Kemudian iapun duduk manis sebagai Walikota Baubau, menggantikan AS Tamrin yang meninggal dunia (Alfatihah untuk Almarhum).

Zahari adalah Ketua DPRD Kota Baubau, yang namanya kian bersinar saat menjadi Ketua Tim Pemenangan Cawali-Cawawali AS Tamrin-Monianse 2018 lalu. Kala itu, Ia juga berhasil mengantarkan Partai Golkar mencapai puncak kejayaan dengan menduduki 4 kursi DPRD Kota Baubau. Zahari salah seorang pengusaha perdagangan, yang belakangan juga merambah bisnis lainnya.

Nasiru adalah seorang politisi senior yang sempat meredup, namun dengan kemapanannya dalam berpolitik, ia kembali membuktikan eksistensinya. Nasiru menahkodai Partai Gerindra Kota Baubau, dan semakin diperhitungkan tatkala ia berhasil mencapai posisi Wakil Ketua DPRD Kota Baubau, menempatkan 3 legislator Gerindra di DPRD Kota Baubau.

Indra Tri Wahyono adalah seorang politisi muda. Namanya tiba-tiba muncul ke permukaan, dan cukup mengejutkan. Kehadirannya dalam dunia perpolitikan Baubau, Indra memantik perhatian publik. Dalam usianya yang masih muda, ia sudah memimpin sebagai Ketua Partai Hanura Kota Baubau, dengan 2 legislator di DPRD Kota Baubau. Ia potret generasi milenial energik dan penuh semangat berapi-api, yang tentu saja sangat dinantikan visi-nya.

Arifuddin adalah seorang politisi senior yang juga terus berkiprah dalam kancah perpolitikan di Sultra. Populer sebagai pengusaha properti, konsistensi Arifuddin tak pernah redup. Dahulu pernah mencapai karir politik sebagai anggota DPRD Kota Baubau, kini iapun mantap maju sebagai Cawali Baubau.

Odianov Chaliullah Almondo adalah putera sulung Samsu Umar Abdul Samiun (Mantan Bupati Buton, mantan Ketua DPW PAN Sultra, saat ini Ketua Pengda PKN Sultra). Akrab disapa Mondo, dia Ketua Partai termuda di wilayah Sultra, bahkan se Nusantara. Kiprahnya dalam kancah perpolitikan patut diperhitungkan, mengingat eksistensi sang ayah yang populer dengan “Satria Bersarung”, seorang politisi petarung. Bila geliat politik nasional semarak dengan No Rocky Gerung No Party, maka di Sultra, No Umar No Party.

Jumlah legislator dari masing-masing Parpol yang mereka pimpin, pada Pemilu Pileg Kota Baubau saat ini, sangat menentukan bargaining position mereka dalam kontestasi Pilwali Baubau November mendatang.

Catatan kaki: Plus minus potensi ketujuh Ketua Parpol diatas akan bertumbuh sangat dinamis, seiring opini positif/negatif ditengah publik. Sebab masing-masing dari mereka memiliki rekam jejak, juga data diri terkini. Dan jitu strategi-lah yang akan menghantarkan langkah diantara mereka, menuju puncak kekuasaan.

” Dalam gelanggang politik, kaum elite identik dengan kekuasaan, sedangkan rakyat hanyalah kaum ‘pandir’ “. (LaMIM)

Baca juga: