Dr H AS Tamrin MH mendoakan para Nakes
Kasamea.com
Wali Kota Baubau, Dr H AS Tamrin MH mendoakan para tenaga kesehatan (Nakes) sebagai garda terdepan selama pandemi covid-19 melanda Indonesia. Seperti diketahui bersama, tidak sedikit diantara mereka yang meninggal dunia saat tengah menjalankan tugas.
Doa AS Tamrin untuk pahlawan medis dihaturkan saat memberikan kata sambutan, usai pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1442 H/2021 M, di rumah jabatan Wali Kota Baubau, Kamis (13/5). Secara pribadi AS Tamrin, dan atas nama Pemerintah Kota Baubau mengungkapkan belangsukawa, turut berduka cita yang sedalam-dalamnya, dan setulus-tulusnya pada para Nakes yang telah banyak membantu selama pandemi covid-19, yang telah mendahului berpulang menghadap Sang Pencipta.
Usai mendoakan Nakes, AS Tamrin juga menyinggung tentang,maraknya sikap intoleran, anarkisme, radikalisme. Juga hujat menghujat, dan melecehkan orang. Seolah-olah sudah berbuat terbaik padahal terbalik.
“Inilah relevansinya, dan selama satu bulan puasa ini sudah banyak menerima pencerahan sampai masuk pada wilayah yang fitrahnya manusia. Karena sudah melaksanakan perintah Tuhan yang wajib, yakni berpuasa sebagaimana Surat Al Baqarah ayat 138 ‘Yaa Ayuhaladziina Amaanu Kutiba Alaikummu syiam Kamma Kutiba Alalladzina min Qablikum Laalakum Tattakuun’. Tujuannya sama, siapakah yang dipanggil?, kan orang beriman,” urainya.
Semua orang tahu, AS Tamrin menjelaskan, standar keimanan ada enam, yakni percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa, percaya kepada Rasul-Rasulnya, percaya kepada kitab-kitabnya, percaya kepada malaikat-malaikatnya, percaya pada takdir dan qadar, dan percaya pada hari kiamat. Bila tidak mempercayai satu dari enam Rukun Iman, maka keimanan seseorang tersebut diragukan.
“Saya singkat saja, dari 6 Rukun Iman ketika ingkar dari salah satunya, maka diragukan keimanan dan ketika diragukan keimanan, dimana toleransi, dimana radikalisme itu, dimana kebersamaan, dimana pomaa masiaka,” ulasnya.
AS Tamrin mengungkapkan, apa yang diserukan dalam surat Al baqarah 183 tersebut yakni berpuasa, diwajibkan untuk berpuasa salah satu Rukun Islam yang ketiga. Salah satu juga diingkari maka diragukan keislaman seseorang.
Menurutnya, kadang kala juga ilmu yang dimiliki seseorangterlalu tinggi, tetapi hal-hal kecil terabaikan. Maka itu diwajibkan berpuasa, dan berpuasa itu menahan makan dan minum serta segala sesuatu yang membatalkan puasa, dari sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Segala sesuatu waulaahu alam hanya hati kita dengan Tuhan yang tahu.
“Intinya, tujuan berpuasa adalah menjadi bertaqwa. Banyak hikmah puasa tapi tujuan utamanya supaya menjadi orang bertaqwa,” ungkap AS Wali Kota periode kedua ini.
[Red]












Komentar