Baubau
Walikota Baubau H Yusran Fahim menekankan Sinergi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam merealisasikan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2027, dan bersama-sama menjaga kondusivitas bulan suci Ramadan.
Walikota menegaskan pentingnya kesinambungan program pembangunan daerah yang berangkat dari aspirasi masyarakat. Penegasan tersebut disampaikannya usai pelaksanaan forum konsultasi publik rancangan RKPD Kota Baubau tahun 2027, Rabu (18/02/26).
Menurutnya, seluruh program yang dirumuskan pemerintah daerah harus berpijak pada kebutuhan riil warga, dan melalui tahapan perencanaan yang sistematis.
Walikota menjelaskan, pembahasan dalam forum konsultasi publik merupakan hilir dari proses panjang usulan berjenjang. Aspirasi tersebut sebelumnya telah dihimpun melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), mulai dari tingkat kelurahan hingga kecamatan, sebelum diformulasikan dalam dokumen perencanaan daerah.
“Apa yang kita bicarakan hari ini adalah hilir dari aspirasi masyarakat di Musrenbang. Saya berharap seluruh OPD bisa bekerja bersama, bersinergi untuk merealisasikan program-program yang telah disusun, agar tepat sasaran,” ucapnya.
Ia menekankan, kolaborasi antar OPD menjadi kunci agar implementasi program tidak tumpang tindih, dan benar-benar memberi dampak bagi masyarakat.
Memasuki bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Walikota juga memberi perhatian serius terhadap kondusivitas wilayah. Ia mengimbau masyarakat untuk proaktif menjaga keamanan lingkungan masing-masing, khususnya saat akan melaksanakan salat tarawih di masjid.
Warga diingatkan memastikan rumah dalam keadaan terkunci dan aman guna mencegah potensi tindak kriminalitas. Selain itu, Pemerintah Kota Baubau berkomitmen menekan angka balapan liar dan tawuran antar remaja yang kerap marak pada awal Ramadan.
“Peran orang tua sangat penting dalam mengawasi aktivitas anak-anaknya, agar tidak terlibat dalam kegiatan yang dapat mengganggu ketertiban umum maupun kekhusyukan ibadah,” ujarnya.
Untuk mendukung upaya tersebut, Sekretaris Daerah Kota Baubau telah menyiapkan Surat Edaran. Camat, lurah hingga ketua RT/RW diinstruksikan turun langsung memastikan ketertiban di wilayah masing-masing.
Sementara terkait operasional warung makan pada siang hari, pemerintah tidak melakukan penutupan, namun mengimbau pelaku usaha tetap menghormati umat Muslim yang berpuasa, dengan tidak menampilkan aktivitas secara terbuka dari bagian depan.
Disisi lain, menindaklanjuti instruksi Presiden tentang Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah), Walikota mengajak seluruh lapisan masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Fokus gerakan tersebut mencakup kebersihan kota dari sampah serta penataan estetika, termasuk penertiban baliho yang tidak layak, atau telah kedaluwarsa, agar tidak menimbulkan kesemrawutan.
Pemerintah Kota Baubau berharap, sinergi pembangunan dan penguatan ketertiban sosial dapat berjalan beriringan demi mewujudkan kota yang tertata, aman, dan nyaman bagi seluruh warga.
(Redaksi)














Komentar