BAU-BAU
Wali Kota Bau-Bau, Dr H AS Tamrin MH resmi membuka pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XI tingkat Kota Bau-Bau, Minggu, 23 Februari 2020. Hadir dalam acara pembukaan, Wakil Wali Kota, La Ode Ahmad Monianse yang juga selaku Ketua LPTQ Kota Bau-Bau, Ketua DPRD Bau-Bau, H Zahari, Forkopimda, para Asisten, Staf Ahli, Kepala OPD lingkup Pemerintah Kota, juga Kepala kantor Kementerian Agama Kota Bau-Bau.
Turut hadir, Kepala instansi vertikal lingkup Kota Bau-Bau, Camat, Lurah, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan, pimpinan Organisasi Wanita, perwakilan Majelis Ta’lim , tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat dan para dewan hakim, juga seluruh Kafilah MTQ.
AS Tamrin dalam sambutannya mengatakan, pelaksanaan MTQ tahun 2020 sedikit berbeda, karena disamping pelantikan dewan hakim juga dirangkaikan dengan pengukuhan LPTQ Kota Bau-Bau periode 2020-2023.
Ia berharap, kepengurusan LPTQ yang baru dikukuhkan dapat melaksanakan konsolidasi internal kelembagaan dalam rangka evaluasi peran, tugas dan fungsi LPTQ untuk kemajuan LPTQ Kota Bau-Bau.
Kata AS Tamrin, pelaksanaan MTQ merupakan bagian dari peran dan fungsi LPTQ menjadi ujian pertama pengurus. Ia mengajak seluruh elemen untuk mendukung LPTQ dan menyukseskan penyelenggaran kegiatan.
“Sebab inilah wadah terbesar dalam syiar Islam dan membina mental spiritual,” ucap AS Tamrin dalam kata sambutannya, Minggu (23/2/20).
Wali Kota yang memimpin diperiode kedua ini, mengapresiasi semangat peserta dalam melakukan pawai Ta’ruf. Kata dia, semangat pawai dapat mengantarkan generasi Qur’ani, bahwa begitu besarnya kecintaan terhadap Al Qu’an. Agar tak lepas dari tujuannya, dan berharap agar pelaksanaan MTQ ini bukan hanya sekedar menggapai prestise. tetapi lebih dari itu, juga mampu diaktualisasikan.
Lebih lanjut Dr AS Tamrin mengatakan, kegiatan MTQ merupakan dialektika antara budaya dan agama. Sehingga diharapkan mampu mewujudkan harmonisasi sosial yang sejuk dan menumbuh kembangkan kegiatan keagamaan secara serasi, selaras dan seimbang.
“Apalagi dalam sejarah Kota Baubau ini lahir dan dibesarkan dalam nuansa islam. Budayanya pun tidak terpisahkan dengan nilai-nilai Islam, sehingga kita menginginkan nuansa islam itu redup disaat masyarakat dunia bersimpati dengan islam,” katanya.
Untuk itu, Dr AS Tamrin mengajak agar momen MTQ ini dijadikan sebagai ajang perenungan dan motivasi diri untuk meningkatkan pengetahuan dan pengamalan nilai-nilai universal Al Qur’an. Sebagaimana target dari MTQ yakni menjadikan Al Qur’an melekat dalam kehidupan masyarakat, dan Al Qur’an bisa dibaca serta dicintai setiap orang.
Ia juga menitip pesan kepada dewan hakim agar menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. Pilih peserta yang layak agar dapat menjadi duta Kota Baubau.
“Kepada peserta saya ucapkan selamat berlomba. Tanamkan dalam diri masing-masing bahwa kalianlah yang layak menjadi duta Kota Baubau. Sebab dengan tekad itu, kalian akan tampil maksimal,” pesannya. (Sumber: Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bau-Bau)
[RED]












Komentar