Baubau
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Baubau mendorong penambahan kuota minyak tanah bersubsidi untuk masyarakat ditahun ini. Penambahan dimaksudkan untuk mencukupi kebutuhan pemakaian didelapan kecamatan, 43 kelurahan yang ada.
Hal ini disampaikan Ketua DPRD Baubau, Ardin Jufri, usai melakukan audiensi dengan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), La Ode Sulaeman, beberapa waktu lalu, di Jakarta.
Ardin Jufri mengungkapkan, dari penelusuran yang dilakukannya secara langsung, maupun melalui pengumpulan data informasi dari warga, ditemukan kerap terjadi kelangkaan minyak tanah.
Kondisi tersebut, kata Ardin Jufri, sudah berlangsung cukup lama, namun belum mendapat perhatian serius. Kelangkaan atau kekurangan minyak tanah yang terjadi, salahsatunya disebabkan adanya dugaan penjualan minyak tanah jatah masyarakat Baubau, yang dijual ke daerah kabupaten sekitar.
“Dari jatah minyak tanah yang selama ini disalurkan agen ke pangkalan, seharusnya bisa mencukupi kebutuhan masyarakat. Namun ironis, karena masih saja ada warga yang tidak mendapatkannya,” ungkapnya.
Ardin Jufri menekankan bahwa praktek ilegal ini mengorbankan masyarakat Baubau, yang seharusnya mendapatkan minyak tanah subsidi pemerintah tersebut.
“Pak Dirjen akan menindaklanjuti apa yang menjadi keresahan masyarakat. Dan kita harapkan dengan adanya penambahan kuota, dan pengawasan secara ketat dalam penyaluran minyak tanah bersubsidi, kelangkaan atau kekurangan minyak tanah dapat segera teratasi,” ujarnya.
Utamanya, lanjut legislator Partai Golkar dua periode ini, dalam menghadapi bulan suci Ramadhan hingga lebaran Idul Fitri.
Langkah responsif yang dilakukan DPRD Baubau ini menjawab aspirasi masyarakat, khususnya terkait ketersediaan minyak tanah bersubsidi. Sehingga kedepannya dapat tersalurkan secara tepat sasaran kepada masyarakat Baubau.
(Redaksi)
Baca juga:














Komentar